Indeks Pembangunan Manusia Jatim Naik 0,81 Poin

oleh

gedung bps jatimGLOBALINDO.CO, SURABAYA – Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur (Jatim) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kemajuan pada 2015, yakni mencapai 68,95 poin. Angka ini meningkat sebesar 0,81 poin dibandingkan dengan IPM Jatim 2014 yang hanya sebesar 68,14 poin.

Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono menjelaskan, pembangunan manusia ini didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (enlarging people choice). IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).

“IPM ini menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya,” kata Teguh, Kamis (23/6/2016).

Menurut Teguh, IPM ini dibentuk atas tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent standard of living). Pembangunan manusia di Jatim pada 2015 terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya IPM yakni tumbuh sebesar 1,19 dari 2014.

“Selain IPM, komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan pada 2014 dan 2015. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 70,68 tahun, meningkat 0,23 tahun dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas dia.

Sementara anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,66 tahun, meningkat 0,21 tahun dibandingkan pada 2014. Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,14 tahun, atau meningkat 0,09 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Menurut data yang dihimpun oleh BPS, pengeluaran per kapita disesuaikan (harga konstan 2012) masyarakat telah mencapai Rp10 juta pada 2015, meningkat Rp371.000 dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya.(mtnc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *