Indonesia Miliki Aset Rp 5.456 triliun, 40% Dikuasai Negara, 60% Entah

oleh
Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan besarnya aset yang dimiliki bangsa Indonesia. Jumlahnya mencapai Rp 5.456 triliun. Dari Total aset bangsa itu, sebesar 40% atau senilai Rp 2.188 triliun dikuasai oleh negara sebagai barang milik negara (BMN). Lalu 60% dikuasai siapa? Entah. Sri Mulyani tak mengungkapkannya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini hanya meminta kepada seluruh kementerian/lembaga (K/L) agar dapat memaksimalkan BMN untuk memberikan kontribusi kepada negara dalam bentuk pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Sri Mulyani mengatakan, pemerintahan kabinet kerja saat ini sedang fokus mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. Tujuannya bukan hanya mengejar ketertinggalan melainkan juga untuk meningkatkan produktivitas dan aktivitas perekonomian masyarakat.

(Baca Juga: Gatot atau Sri Mulyani, Cawapres Jokowi Ditentukan Kondisi Ekonomi)

“Presiden dan wakil presiden telah menyusun kebijakan dalam rangka menyusun akselerasi pembangunan infrastruktur termasuk yang dibiayai APBN dan APBD,” kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Pemerintah melalui APBN telah mengalokasikan sepertiga dari totalnya atau sekitar Rp 800 triliun untuk belanja K/L, sedangkan sekitar Rp 750 triliun akan dibelanjakan kepada daerah.

“Ini alokasi yang besar betujuan untuk layani masyarakat dan akumulasi aset negara sehingga neraca keuangan negara ini makin kuat. Banyak sekali operasi pemerintah terutama dalam penggunaan yang APBN yang gunakan dana dari pajak perpajakan maupun PNBP menghasilkan aset-aset atau BMN,” jelas dia.

Sri Mulyani menyebutkan, bahwa nilai BMN hingga 2016 mencapai Rp 2.188 triliun atau 40,1% dari keseluruhan total aset negara yang mencapai Rp 5.456 triliun. BMN merupakan item yang berupa bangunan dan tanah.

“Saya ingin tekankan sekali lagi, karena suka ada confuse seolah-olah BMN adalah aset. Aset jauh lebih besar dari BMN. BMN yang Rp 2.188 triliun itu hanya 40% dari total aset Rp 5.456 triliun,” ungkap dia.

Sementara itu, Dirjen Kekayaan Negara Isa Rachmatawarta mengatakan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) akan memberikan apresiasi kepada K/L yang telah mengelola BMN.

“Ini acara yang ke-5 kalinya, tahun ini melibatkan 87 K/L yang per 30 Juli mengelola BMN sebesar Rp 2.188 triliun, dalam hal nilai BMN yang dikelola mulai dari Rp 8,3 miliar sampai Rp 840 triliun,” kata Isa.

Dengan pemberian penghargaan ini, kata Isa, diharapkan K/L semakin meningkatkan pengelolaan BMN yang nantinya akan berkontribusi pada PNBP.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan apresiasi kepada K/L dalam melakukan pengelolaan BMN. Fokusnya utilisasi, kepatuhan pelaporan, jadi untuk terus melakukan motivasi. Apresiasi ini mendorong akuntabilitas, kelengkapan pelaporan BMN,” tutup Isa.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *