Ingin Jadi Walikota Bogor, Pejabat KPK Ini Rela Mundur

oleh
Calon Wali Kota Bogor incumbent, Bima Arya dan pejabat KPK yang menjadi pendampingnya sebagai Calon Wakil Walikota, Dedie A Rachim akan maju dalam Pilkada Kota Bogor 2018.
Calon Wali Kota Bogor incumbent, Bima Arya dan pejabat KPK yang menjadi pendampingnya sebagai Calon Wakil Walikota, Dedie A Rachim akan maju dalam Pilkada Kota Bogor 2018.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dedie A Rachim, rela meninggalkan jabatannya demi memperoleh kursi Wakil Wali Kota Bogor 2018-2023. Dedie mengundurkan diri dari jabatnnya di KPK setelah menerima pinangan sebagai pendamping calon Walikota Bogor incumbent, Bima Arya di Pilkada Kota Bogor 2018.

“Secara formil pengunduran diri sedang melalui proses administratif di KPK,” kata Febri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/12).

Menurut Febri, Dedie sebagai calon Wakil Walikota Bogor dipasangkan dengan Wali Kota Bogor Bima Arya yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah Bogor periode 2018-2023. Dedie pun telah menyampaikan pengunduran dirinya ke pimpinan KPK pada 27 Desember 2017.

Febri menjelaskan, Dedie mengundurkan diri untuk menghindari konflik kepentingan  sekaligus memberikan contoh baik bagi pejabat negara yang ingin maju di pilkada. Meskipun, sesuai undang-undang, pemberhentian bisa dilakukan sejak pasangan calon ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Februari 2018.

Sewaktu menjabat Direktur Dikyanmas (jabatan Dedie di KPK sebelumnya), kata Febri, tugas Dedie banyak bersentuhan dengan masyarakat dan pemerintah. “Untuk membangun pendidikan antikorupsi dan menanamkan nilai integritas,” ujar Febri.

Sementara Wali Kota Bogor, Bima Arya membenarkan dirinya dan parpol pengusung menggaet Dedi sebagai bakal Calon Wawali. Alasannya, kata Bima, karena merupakan sosok profesional dan berintegritas sehingga dirinya memilih untuk menjadi pendamping dalam Pilwalkot Bogor 2018.

“Kang Dedie sosok yang profesional dan berintegritas,” kata Bima, Jumat (29/12).

Bima berharap, sosok Dedie bisa menguatkan dan melanjutkan reformasi birokrasi di kota satelit ibu kota Republik Indonesia tersebut. Bima dan Dedie akan bersama-sama mengabdi untuk warga Kota Hujan untuk lima tahun mendatang.

“Insyaallah sosok yang dibutuhkan warga Bogor untuk melanjutkan reformasi birokrasi. Bersama-sama saya mewujudkan pemerintahan yang bersih, mengabdi, dan melayani,” tutur politis Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Ia menambahkan, Dedie sama seperti dirinya yang merupakan putra terbaik Kota Bogor. Dedie, kata Bima telah berkiprah di tingkat nasional untuk mewujudkan reformasi birokrasi di Indonesia.

“Sama seperti saya, beliau sekolah dan besar di Bogor. Kakek dan ayah kami bersahabat,” kata Bima. (tpi/cni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *