Ini 6 Jenderal Pengganti Kapolri Badrodin Haiti Versi Kompolnas

mabes-polriGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam waktu dekat akan menjalani rotasi pucuk tertinggi pimpinannya. Ini menyusul masa bakti Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akan segera berakhir. Diperkirakan, jabatan Kapolri akan ditanggalkan Jenderal Badrodin Haiti pada akhir Juli nanti karena memasuki masa pensiun.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), M. Nasser menyatakan, masa jabatan Badrodin juga tidak akan diperpanjang karena akan melanggar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri.

“Dalam UU, yang bisa diperpanjang adalah anggota Polri yang memiliki kemampuan khusus. Kapolri itu bukan jabatan dengan keahlian khusus. Misal, tenaga teknologi informasi atau penjinak bom, itu baru keahlian khusus,” kata Nasser di Jakarta, kemarin.

Dengan acuan tersebut, Nasser mengatakan sudah ada enam perwira tinggi yang akan diajukan menjadi pengganti Badrodin Haiti. Mereka adalah perwira tinggi yang sudah menjadi jenderal bintang tiga atau berpangkat komisaris jenderal (Komjen).

Wakil Kapolri Komjen Budi Gunawan, Inspektur Pengawas Umum Komjen Dwi Priyatno, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Komjen Putut Eko Bayuseno, Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komjen Syafruddin, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso, dan Sekretaris Utama Lembaga Pertahanan Nasional Komjen Suhardi Alius adalah nama yang dipandang berpeluang menjabat sebagai Kapolri.

Namun, tidak hanya enam nama tersebut, ada satu lagi yang bisa ikut dalam bursa pencalonan Kapolri, yakni pengganti Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen Anang Iskandar. Bekas Kepala BNN itu seperti diketahui bakal pensiun pada akhir Mei.

“Penggantinya pasti dari jenderal bintang dua dan bisa dicalonkan juga sebagai Kapolri,” kata Nasser.

Sementara nama lain yang juga sudah berpangkat Komjen tapi dianggap tidak bisa menggantikan Badrodin adalah Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Komjen Noer Ali. Dia tidak memiliki masa aktif yang memenuhi syarat untuk menjadi Kapolri karena akan segera pensiun pada September mendatang.

Selain itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Tito Karnavian kemungkinan juga tidak akan direkomendasikan ke Presiden Jokowi. Menurut Nasser, Tito masih terlalu muda dan akan memotong banyak generasi di Polri.

Pertimbangan terlalu lama menjabat juga jadi alasan mengapa Kompolnas tidak menyetujui Tito maju sebagai calon Kapolri tahun ini. Memang Tito baru pensiun pada 2022.

“Kompolnas dalam tahapan seleksi bahkan nanti tidak akan mewawancarai Tito,” kata Nasser yang menambahkan belum ada permintaan dari Presiden Jokowi untuk memulai seleksi.

Terkait perpanjangan masa jabatan Kapolri, Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane juga senada dengan Nasser. Selain melanggar UU tentang Polri, perpanjangan masa jabatan dinilai merupakan wacana dari sejumlah pihak yang menginginkan hal tersebut. Presiden Jokowi pun disarankan menolak usulan itu jika ada yang mengajukannya.

“Dalam UU tentang Polri, tidak ada satu pun pasal yang menyebutkan masa jabatan Kapolri bisa diperpanjang. Akhir masa jabatan Kapolri sudah di depan mata, memang sudah saatnya Polri mempersiapkan suksesi kepemimpinan agar soliditas di instansi tersebut tetap terjaga,” kata Neta.(lpc/ziz)