Ini Langkah Jokowi Jika Pembahasan RUU Tax Amnesty Berlarut-larut

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan skema lain jika pembahasan RUU Tax Amnesty bersama parlemen berlangsung alot dan berlarut-larut.

Salah satu kebijakan yang akan diambil adalah menerbitkan peraturan pemerintah. Beleid tersebut terkait dengan deklarasi pajak. Menurut Jokowi Rancangan Undang-Undang Tax Amnesty kini tinggal menunggu proses pembahasan dengan Dewan Perwakilan Rakyat.

“Kami sudah serahkan (pembahasan draf). Sudah ada proses,” kata Jokowi di Indonesia Convention and Exhibition, Serpong, Tangerang, Banten, Selasa, 27 April 2016.

Pembahasan RUU Tax Amnesty dengan DPR ditargetkan rampung pada masa sidang bulan ini yang akan berakhir pada 29 April 2016. Jokowi menyerahkan sepenuhnya pembahasan yang berlangsung saat ini kepada parlemen.

Sebelumnya, Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan Komisi Keuangan DPR sudah membahas RUU Pengampunan Pajak. Menurut dia, Panitia Kerja DPR biasa bekerja 2-3 hari tergantung materi pembahasan. Materi tax amnesty disebut tidak terlalu banyak tapi juga tidak mudah.

“Ada beberapa isu krusial, sekurang-kurangnya tiga pasal,” kata Ade.

Ia berharap dalam tiga hari panitia kerja dapat menyelesaikan tugasnya sebelum 28 April. Sehingga, kata dia, keesokan harinya bisa dibawa ke sidang paripurna.

“Kalau tidak, ya ada waktu saat reses nanti dua minggu untuk panja rapat,” ujar dia.(tmp/gbi)