Ini Penjelasan Dinas PU Soal Amblesnya Jembatan Kartini

oleh
Sejumlah alat berat yang dikerahkan untuk memperbaiki Jembatan Kartini.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati memastikan ada beberapa faktor yang menyebabkan Jembatan Kartini ambles. Menurut Erna, jembatan yang memiliki lebar 8 meter dengan panjang 10 meter itu sudah diketahui retak sejak tahun 2017.

“Setiap tahun kita memang rutin melakukan pengecekan jembatan-jembatan di Surabaya. Dan pada tahun 2017, kami mengetahui Jembatan Kartini itu ada retaknya, jadi kami tahunya bukan kemarinnya, tapi sudah tahun lalu,” kata Erna, Senin (12/3/2018).

Setelah diketahui ada retakan, mereka pun langsung melakukan Detail Engineering Design (DED) atau Proyek Perencanaan Fisik untuk memperbaiki jembatan itu. Namun, karena minimnya anggaran, maka pada Bulan Januari 2018, baru bisa dilakukan lelang dan saat ini sudah ada pemenang lelangnya.

Selain itu, Jembatan Kartini itu memang sudah sangat tua. Usianya sudah sekitar 50 tahun lebih. Kalau dilihat dari bentuk jembatannya, terlihat jelas bahwa pembangunan jembatan itu bersamaan dengan Brandgang yang ada di sampingnya yang merupakan peninggalan Belanda.

“Jadi, sangat wajar kalau jembatan itu retak,” kata dia.

Alasan lainnya, lanjut dia, saluran di bawah jembatan itu dilewati saluran Dinoyo, dan belum bisa dikeruk, sehingga di bawah jembatan itu masih tetap tinggi. Sedangkan di sisi selatan dan utaranya sudah didalamkan hingga 2 meter, sehingga tidak boleh tidak harus tetap diturunkan.

“Jadi, meskipun jembatan itu tidak ambles, kami memang sudah berencana untuk membongkarnya, karena drainase menghambat, makanya kalau hujan di daerah Kartini selalu ada genangan, itu salah satu penyebabnya,” tegasnya.

Oleh karena itu, Jembatan Kartini itu akan segara dibongkar dalam waktu dekat. Pembongkaran itu memakan waktu sekitar 6 hari, dan selanjutnya akan dikeruk atau didalamkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembangunan jembatan.

“Pembangunannya sekitar 6 bulan dan bisa lebih cepat. Semoga bisa lebih cepat,” harapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi C (pembangunan) DPRD Kota Surabaya, Buchori Imron mempertanyakan perawatan yang dilakukan Dinas PU terhadap sejumlah infrastruktur yang dimiliki pemerintah kota. Salah satunya Jembatan Kartini yang diketahui ambles pada hari Minggu.

Menurut Buchori, setiap tahunya ada alokasi anggaran yang cukup besar untuk perawatan dan pengawasan insfrastruktur di kota pahlawan. Bahkan tahun ini anggaranya mencapai Rp 1 triliun. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *