Ini Penjelasan Sekwan Soal Pembongkaran Masjid di DPRD Kota Surabaya

oleh
Sekretaris dewan DPRD Kota Surabaya, Hadi Siswanto.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Surabaya, Hadi Siswanto akhirnya angkat bicara terkait polemik pembokaran Masjid di lingkungan DPRD kota Surabaya. Menurut Hadi, pihaknya sudah mengajukan alternatif tempat ibadah sebelum pembongkaran.

“Dulu saya mengajukan gedung balai pemuda yang sebelah barat untuk penggati musjid untuk sementara selama proses pembangun ini,” ujar Hadi Susanto, Kamis (26/10/2027).

Selain gedung balai pemuda, sebenarnya ada sejumlah alternatif lain lokasi yang diajukan. Diantaranya di atas baseman balai pemuda dan smoking room di lantai dua gedung dewan.

“Kalau jadi bisa dirubah menjadi tempat ibadah. Terutama pada saat jumatan,” terangnya.

Namun, sebelum ada usulan alternatif untuk lokasi masjid, Hadi mengaku dikejutkan dengan adanya surat penghentian aktifitas masjid dari pemerintah kota. Tidak berselang lama masjid yang ada di sebelah selatan gedung dewan itu kemudian dibongkar.

“Untuk lebih jelasnya tanya saja ke Pemkot. Karena Pemkot yang tahu termasuk alokasi anggarannya,” imbuh mantan asisten Sekkota ini.

Untuk rencana pembangunan masjid baru nantinya, Hadi menjamin akan lebih representatif. Jika di masjid sebelumnya tidak ada Air Conditioner (AC), untuk masjid baru nantinya akan diberi AC.

“Sesuai rencana masjid baru nanti akan dibangun di lantai satu,” jelas Hadi.

Diberitakan sebelumnya, Gerakan Pemuda Ansor Surabaya hari ini secara resmi melayangkan protes terkait pembongkaran masjid di komplek gedung DPRD Kota Surabaya. GP Ansor mengirim surat protes secara resmi ke walikota dan Ketua DPRD Kota Surabaya.

Dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Kembalikan Masjid Kami”, massa GP Ansor Surabaya menuju lokasi masjid yang berada di sisi belakang gedung DPRD Surabaya.

“Kita tidak terima. Belum ada pembicaraan kok langsung dirobohkan,” ujar Wakil Ketua GP Ansor Surabaya, Khoirur Roziqin.

Menurut Roziqin, masyarakat semestinya dilibatkan sebelum masjid itu dirobohkan. Terlebih hingga sekarang belum ada masjid alternatif yang akan dijadikan sebagai gantinya.

“Seharusnya ada pengganti masjid yang dibongkar sebagai pengganti tempat ibadah. Dikomunikasikan baru dibongkar,” tandas Roziqin. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *