Ini Peran Istri Gubernur Bengkulu dalam Suap Proyek Jalan

Kompak Korupsi: Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti bekerjasama dengan istrinya, Lily Madari untuk melakukan tindak pidana suap terkait proyek jalan di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Lily Madari, istri Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, punya peran vital dalam transaksi suap yang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (20/6).Lily bertugas membantu sang suami menerima duit pelicin proyek jalan dari pengusaha yang juga Bendahara Partai Golkar Bengkulu, Rico Diansari lias Rico Can.

Duit Rp 1 miliar itu bersumber dari Dirut PT Statika Mitra Sarana (PT SMS), Johny Wijaya selaku pemenang proyek pembangunan jalan di TES-Muara Aman dan proyek pembangunan peningkatan jalan Curug Air Dingin Kabupaten Rejang Lebong. (Baca: Gubernur Bengkulu Terima Uang Sekardus Senilai 1 M dari PT Statika Mitra Sarana).

“Kami punya bukti sang istri pegang perannya dan diketahui suami. Makanya waktu pemberian pertama ke istri,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang kepada wartawan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/6). Penyidik KPK, lanjut Saut, terus mendalami keterangan Lili lantaran pernyataannya yang berubah-ubah.

Wakil Ketua KPK lainnya, Alexander Marwata mengatakan, Lily telah mengenal Rico sejak lama. Alexander mengungkapkan, melalui Lily pula, Ridwan Mukti meminta sejumlah uang fee proyek kepada Direktur PT SMS Johny Wijaya.

“Gubernur memang minta fee terkait dengan pengaturan proyek. Duitnya diberikan melalui tangan RDS dan Lily,” bebernya.

KPK menyatakan Gubernur Bengkulu diduga dijanjikan mendapatkan total commitment fee Rp 4,7 miliar terkait dengan kemenangan perusahaan dalam proyek di provinsi tersebut.  “Diduga pemberian uang terkait dengan proyek yang dimenangkan PT SMS. Fee dijanjika Rp 4,7 miliar,” kata Alexander.

Empat aktor tindak pidana suap tadi diciduk tim KPK dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka langsung ditahan di empat rutan berbeda.

KPK juga menyegel kantor Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti sekaligus rumahnya untuk kepentingan penyidikan. (cni/gbi)