Ini Syarat Dorna Restui Palembang Jadi Tuan Rumah MotoGP

 

Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nordin berjabat tangan CEO Dorna Sport SL, Carmelo Ezpeleta. Untuk mendapat restu menjadi tuan rumah gelaran MototGP, Alex melakukan pendekatan khusus kepada Dorna.

Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nordin berjabat tangan CEO Dorna Sport SL, Carmelo Ezpeleta. Untuk mendapat restu menjadi tuan rumah gelaran MototGP, Alex melakukan pendekatan khusus kepada Dorna.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Promotor MotoGP, Dorna Sport SL akhirnya memberi lampu hijau kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah penyelenggaran putaran balap motor paling bergengsi di dunia paling cepat tahun 2018. Palembang yang disebut-sebut menjadi pilihan Dorna diminta segera mempersiapkan segala infrastruktur pendukung, termasuk sirkuit berkualitas internasional paling lambat hingga Juni 2017 nanti.

Restu Dorna ini diklaim Presiden Ikatan Motor Indonesia (IMI), Sadikin Aksa. Hal itu disampaikan Sadikin saat mendampingi Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dalam pertemuan dengan  CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, di sela gelaran MotoGP Malaysia akhir pekan lalu.

“Tugas kami moderator dan memperkenalkan Pak Gubernur Sumsel dengan Dorna. Dorna menghubungi kami sekitar dua atau tiga pekan yang lalu. Dorna ingin berbuat sesuatu untuk Indonesia, tapi butuh venue,” kata Sadikin, Senin (31/10).

Sadikin mengklaim pihak Dorna, selaku pemegang hak komersial dan pengelola MotoGP, sangat terbuka jika keinginan Indonesia berkeinginan kuat menggelar balapan MotoGP. Tetapi, untuk menjadi tuan rumah, pihak Dorna pun memberikan beberapa syarat yang harus dipenuhi.

“Kemarin, level kepercayaan Dorna berbeda. Dia (Ezpeleta) punya deadline bahwa Juni tahun depan harus sudah konstruksi jika MotoGP ingin digelar di Indonesia,” ucap Sadikin.

“Pak Alex Noerdin di sana ingin lihat event GP Malaysia secara langsung. Ini bukan event olahraga biasa, tapi entertainment yang berbau olahraga.”

Menurut Sadikin, kendati pendekatan khusus kepada Dorna sudah dilakukan, masih ada peluang daerah lain di Indonesia menggelar ajang MotoGP.

“Perjalanan masih panjang. Terkait venue, semua masih dapat berbicara. Palembang sekarang menang langkah. Tapi, kalau nanti Sentul menyerahkan masterplan, tidak menutup kemungkinan. Tapi pada akhirnya semua tergantung pemerintah dan itu di luar kontrol kami,” ujar Sadikin. (cni/gbi)