Ini Tarif Penari Bugil di Inul Vizta Kediri

No comment 158 views

Para penari bugil Inul Vizta Kediri yang diamankan polisi.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pasca penggerebekan aksi tari bugil di Inul Vizta Kediri Mall, para penari bugil yang disediakan oleh manajer Inul Vizta Kediri mengakui adanya tarif berbeda untuk setiap layanan yang diberikan.

Pengungkapan besaran tarif layanan ini diungkapkan oleh salah satu penari bugil, PP, yang diamankan polisi. Menurut PP, pendapatan dari layanan ini cukup besar hingga dirinya merelakan profesi sebagai penyanyi panggung keliling.

“Sejak Tahun 2007 saya menjadi penyanyi panggung bersama orkes di Kediri,” kata PP, salah satu penari striptis yang sempat diamankan anggota Unit Asusila, Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Selasa (18/7/2017).

(Baca Juga: Suguhkan Penari Bugil, Inul Vizta Kediri Mall Digerebek)

Karena penghasilan sebagai penyanyi dari panggung ke panggung tidak menentu, PP banting setir menjadi pemandu lagu di rumah karaoke Inul Vizta di Kediri. Hasil dari Inul Vizta Kediri, dinilai lebih ‘menggiurkan’. Karena sekali mendampingi dan menemani tamu per jam dapat fee Rp 100 ribu. Jika tiga jam lebih, maka dikenakan tarif Rp 500 ribu.

Belum lagi ketika melayani plus-plus seperti menari bugil. Setiap satu lagu sambil bugil (hanya celana dalam dan bra), tamu harus membayar tarif Rp 100 ribu per penari.

“Kalau tiga lagu, ya dapat Rp 300 ribu. Kalau lima lagu bisa Rp 500 ribu,” tuturnya.

Selain menari striptis, pemandu lagu ini juga bisa melayani ML di dalam ruang karaoke atau dibooking ke hotel. Tarif untuk ML (berhubungan badan) Rp 2 juta. Meski tidak ada kamar mandi atau toilet di room karaoke, mereka melayani ML dengan tamu di sofa.

“Kami bisa melayaninya (ML). Tapi kalau saya sendiri atau hanya dua orang, kami tidak mau. Maunya ramai-ramai (Lebih dari dua wanita pemandu lagu),” tuturnya.

Ibu tiga anak ini mengakui, hasil pendapatan dari Inul Vizta di Kediri cukup menjanjikan.

“Saya dikenalkan teman ke Mas I (Manajer Inul Vista). Saya menjalaninya karena kebutuhan ekonomi,” ujarnya.(dtc/ziz)