Ini Tiga Langkah BNPB Antisipasi Aktivitas Gunung Agung

Warga yang bermukim di sekitar Gunung Agung tinggal di tempat pengusian yang disediakan BNPB dan pemerintah setempat sejak Senin (18/9) malam.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA –  Penanganan gempa vulkanik Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, yang sudah level III atau siaga harus segera dilakukan. Evakuasi dan penanganan pengungsi menjadi prioritas di antara tiga langkah yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merespon aktivitas Gunung Agung.

“Yang kedua memetakan masyarakat untuk dievakuasi ke tempat yang aman,” kata Kepala BNPB Willem Rampangilei langkah BNPB menangani Gunung Agung, di Jakarta, Selasa (19/9).

Willem mengatakan pihaknya sudah membuat rencana kontigensi dengan semua kementerian dan lembaga terkait. BNPB mulai mendata masyarakat yang ada di sekitar Gunung Agung. BNPB juga menyiapkan rambu-rambu untuk evakuasi.

“Kamu juga menyiapkan shelter-shelter apabila terjadi letusan gunung,” katanya.

Kedua, BNPB juga terus memantau perkembangan vulkaniknya. Pada Senin (18/9) malam, status Gunung Agung meningkat dari waspada menjadi siaga. Level tertinggi aktivitas gunung sendiri adalah awas. (Baca: Gunung Agung Bergetar, Warga Panik hingga Jual Ternak).

Terakhir, BNPB menggencarkan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang langkah-langkah  antisipasi status level siaga Gunung yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai tempat bersemayamnya para dewa.

Menurut Willem, semalam, sebanyak 44 kepala keluarga yang ada di sekitar Gunung Agung melakukan evakuasi secara mandiri. (Baca: Guncangan Gunung Agung Picu Gelombang Pengungsi di Karangasem Bali).

“Kami (BNPB) sudah mengumumkan kepada masyarakat di bawah radius 6 kilometer pada tahap tiga untuk tidak lagi melakukan kegiatan di sana,” ucapnya.

Willem menyampaikan, berdasar rekomendasi dari pusat vulkanologi di Bali, masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan melaksanakan aktivitas di radius 6 kilometer dari puncak Gunung Agung. (tp/bli)