Irman Gusman Disidang 8 November, Praperadilan Otomatis Gugur

Kasus suap impor gula di Perum Bulog yang menjerat mantan Ketua DPD, Irman Gusman akan disidangkan 8 November.

Kasus suap impor gula di Perum Bulog yang menjerat mantan Ketua DPD, Irman Gusman akan disidangkan 8 November.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman segera disidangkan, 8 November 2016. Dengan demikian, gugatan praperadilan yang diajukan Irman di PN Jakarta Selatan guugur demi hukum, kendati hakim belum mengambil putusan. .

“Dengan adanya pelimpahan perkara a quo atas nama Irman Gusman tersebut maka hakim yang memutuskan praperadilan ini menyatakan gugur dengan segala akibat hukumnya,” ujar Hakim tunggal praperadilan I Wayan Karya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/11) siang.

Berkas perkara Irman diserahkan jaksa KPK ke Pengadilan Tipikor Jakarta, 28 Oktober 2016 lalu. “Sidang perdana akan digelar 8 November,” ujar Humas Pengadilan Tipikor Jakarta, Yohanes Priana saat dikonfirmasi, Rabu (2/11).

Sidang untuk terdakwa Irman Gusman akan dipimpin oleh lima anggota Majelis Hakim, dengan Ketua Majelis Hakim Nawawi Pamulango.

KPK menangkap Irman bersama Xaveriandy Sutanto dan istri Xaveriandy, Memi, serta adik Xaveriandy, Willy Sutanto. Mereka kemudian ditetapkan sebagai tersangka, kecuali Willy yang dianggap tak terkait dengan kasus ini.

Penyidik KPK mengamankan uang tunai Rp 100 juta yang dibungkus plastik berwarna putih. Uang tersebut diduga digunakan Xaveriandy untuk menyuap Irman terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog. (kc/gbi)