Ironis, Ratusan Balita di Palangka Raya Kurang Gizi

oleh
Ilustrasi Balita kurang gizi.

GLOBALINDO.CO, PALANGKARAYA – Pemandangan ironis diungkapkan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah di tengah modernisasi Indonesia. Sedikitnya 208 balita (bayi lima tahun) terdeteksi mengalami kekurangan gizi.

“Belum lama ini kami melaksanakan penilaian status gizi (PSG) secara acak terhadap 1.800 balita di Palangka Raya. Hasilnya 11,6 persen di antaranya terdeteksi kekurangan gizi,” kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari P., Jumat (5/4/2018).

Untuk itu, Dinkes menginstruksikan puskesmas, puskesmas pembantu, dan kader posyandu meningkatkan edukasi terhadap masyarakat tentang dampak buruk tak terpenuhinya gizi anak.

(Baca Juga: Indonesia Darurat Kesehatan, Infeksi dan Degeneratif Gerogoti Anggaran Negara)

“Selain itu, kami juga melakukan intervensi dengan melakukan pemberian vitamin tambahan terhadap prabalita, kemudian juga memberikan makanan tambahan bagi ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan para remaja putri, terutama yang terindikasi kekurangan gizi,” kata Andjar.

Selain faktor ekonomi, kata dia, penyebab terjadinya kekurangan gizi pada anak juga dipengaruhi beberapa faktor lain seperti kurangnya kepedulian keluarga dalam memenuhi gizi seimbang pada anak.

“Ketahanan pangan di lingkungan keluarga serta perilaku buruk dalam menjaga kebersihan lingkungan serta tak terjaganya perilaku hidup sehat (PHBS) juga menjadi faktor penyebab tak terpenuhinya gizi dalam keluarga,” kata Andjar.

Untuk itu, masyarakat pun diminta selalu aktif memantau tumbuh kembang anak serta melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak.

“Jika mendapati gejala kekurangan gizi, segera lapor kepada petugas kesehatan terdekat agar dapat segera dilakukan penanganan lebih lanjut,” kata Andjar.(ara/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *