Istri Wakil DPRD Bali Diciduk Polisi, Terlibat Bisnis Narkoba Suaminya

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo merilis foto Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bali I Komang Swastika yang ditetapkan sebagai DPO dalam kasus peredaran narkoba. Selasa (7/11) dini hari tadi, ;polisi menangkap istri Komang Swastika, Ni Luh Dewi Ratna yang terlibat bisnis narkoba suaminya.

 

GLOBALINDO.CO, DENPASAR – Istri Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bali I Komang Swastika, Ni Luh Dewi Ratna ditangkap polisi karena terlibat bisnis peredaran narkoba yang dijalankan suaminya.  Dewi ditangkap di d rumah saudaranya di Jembrana, Selasa (7/11) dini hari sekitar Pukul 00.15 WITA.

“Yang bersangkutan langsung ditahan dan menjalani pemeriksaan,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar Komisaris Besar Hadi Purnomo, Selasa (7/11).

Hadi menuturkan, Dewi tidak membantah keterlibatannya dalam peredaran narkoba. “Dia sadar bersalah,” kata Hadi.

Saat ditangkap, Dewi tidak sedang bersama suaminya, Komang Swastika yang masih berstatus sebagai DPO. “Kami masih cari (Komang Swastika). Mudah-mudahan segera menyerahkan diri,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan sementara diketahui Dewi dan Komang Swastika berpencar saat melarikan diri. Ihwal peran Dewi dalam kasus ini, Hadi belum bisa berkomentar.

“Nanti, masih pemeriksaan. Kami mohon waktu 3×24 jam,” tuturnya.

Polisi telah menetapkan  Komang Swastika sebagai tersangka kasus narkoba. Politikus Partai Gerindra itu diduga kuat adalah bandar narkoba serta menjadikan rumahnya di Jalan Batanta, Denpasar sebagai pusat transaksi barang terlarang itu. Komang Swastika dikenakan pasal 112 tentang narkotika dan UU Darurat nomor 12 tahun 1951.

Saat polisi menggeledah rumahnya, selain narkoba jenis sabu, juga ditemukan senjata api dan senjata tajam. Ancaman hukuman Komang Swastika adalah 20 tahun kurungan penjara. Sebelumnya polisi telah menetapkan Komang, Dewi dan salah satu kerabatnya, Wayan Suandana, sebagai DPO.

Penggeledahan di rumah Komang Swastika dilakukan  pada Sabtu, 4 November 2017. Penggeledahan  bermula dari penangkapan enam orang tersangka kasus  narkoba. Adapun barang bukti yang ditemukan sabu 22,52 gram dengan nilai keseluruhan sejumlah Rp 33.780.000. (tpi/adi)