Jadi Tersangka Suap, Walikota Mojokerto Menghilang

Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus belum diketahui keberadaanya usai kabar penetapannya sebagai tersangka oleh KPK tersebar pada Kamis (23/11) pagi.

 

GLOBALINDO.CO, MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus dikabarkan , Kamis (23/11) pagi menghilang usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantsan Korupsi dalam kasus suap kepada anggota DPRD terkait pembahasan APBD. Mas’ud tak muncul dalam acara sosialisasi di Hotel Raden Wijaya pukul 09.00 WIB yang mengagendakan kehadirannya.

Kehadiran Mas’ud dalam agenda sosialisasi di Hotel Raden Wijaya pukul 09.00 WIB hanya diwakilkan kepada Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot), Gentur Prihantono. Hingga kini, keberadaan Mas’ud Yunus masih misterius.

Dari pantauan di Ruang kerja Walikota Mojokerto yang terletak di lantai dua gedung Pemkot Mojokerto, Jalan Gajah Mada Nomor 145, juga terlihat kosong. Sementara mobi dinas (mobdin) Toyota Camry nopol S 1 SP tidak ada di parkiran halaman Pemkot Mojokerto.

Awak media sempat memergoki Wakil Walikota Mojokerto, Suyitno tampak terburu-buru meninggalkan Kantor Pemkot Mojokerto. Orang nomor dua di Kota Mojokerto ini menghindar saat ditanya terkait keberadaan Walikota.

“Saya tidak tahu,” ungkapnya singkat sembari bergegas masuk ke dalam mobil dinasnya, Kamis (23/11).

Mas’ud ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pembhasan APBD Perubahan tahun 2017 berdasarkan surat perintah penyidikan (sprindik) nomor: Sprin.Dik-114/01/11/2017 tertanggal 17 November 2017.

Walikota dua periode ini bersama Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Mojokerto Wiwiet Febryanto diduga memberikan sejumlah uang kepada anggota DPRD Kota Mojokerto. Wiwiet sudah ditetapkan sebagai tersangka lebih dulu oleh KPK.

Mas’ud disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tetapi sampai sekarang belum ada keterangnan resmi dari KPK ihwal peneapan Mas’ud sebagai tersangka.  Juru Bicara KPK Febri Diansyah akan memastikan terlebih dahulu soal penetapan tersangka Masud dalam kasus suap pembahasan APBD pada Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mojokerto.

“Nanti saya pastikan dulu ya. Sampai saat ini sebelum ada pengumuman resmi,” tutur Febri. (bej/nad)