Jaksa Agung dukung Kejati Jerat La Nyalla Lagi

Ketua Umum PSSI, La Nyalla Matalitti (kiri) dan Jaksa Agung HM Prasetyo (kanan).

Ketua Umum PSSI, La Nyalla Matalitti (kiri) dan Jaksa Agung HM Prasetyo (kanan).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Tiga kali kalah di praperadilan, sebanyak itu pula, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menerbitkan surat perintah penyidikan baru untuk tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) La Nyalla Matalitti. Jaksa Agung M Prasetyo pun mendukung Kejati menerbitkan sprindik keempat kalinya untuk Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.

“Dengan demikian tidak ada jalan lain bagi Kajati Jatim untuk tidak mengeluarkan sprindik baru,” kata Prasetyo di Jakarta, Selasa (24/5).

Prasetyo bertekad untuk terus mengeluarkan sprindik baru dengan meskipun harus berulang kali karena kalah gugatan praperadilan. Sekadar mengingatkan, untuk ketiga kalinya Kejati Jatim kalah dalam sidang gugatan praperadilan penetapan tersangka La Nyalla Matalitti di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (23/5).  (Baca: Kajati Jatim Diimbau Minta Maaf Malah Keluarkan Sprindik Baru untuk La Nyalla).

“Berapa kali kita dikalahkan, sekian kali juga kita akan mengajukan dan membuat sprindik yang baru,” kata Prasetyo.

Bekas politisi Partai NasDem ini mengaku juga tak peduli jika penetapan tersangka baru ini nanti juga digugat lagi oleh tim pengacara La Nyalla. Sebab menurut Prasteyo, Kajati Jatim sudah memiliki semua hal untuk menjerat Ketua Kadin Jawa Timur itu, seperti bukti-bukti yang diperlukan untuk menyidik perkara itu.

“Ketika hakim yang berganti-ganti tetapi pendapatnya tetap sama, kita lihat nanti sampai ketemu hakim yang betul-betul memahami apa yang kita lakukan,” kata Prasetyo.

Ia mengkritik pengadilan karena menerima permohonan praperadilan yang bukan diajukan sendiri oleh La Nyalla. “Saya tidak tahu lagi nanti, habis ini siapa lagi yang mengajukan praperadilan atas nama La Nyalla. Yang bersangkutan sendiri tidak ada di tempat, melainkan melalui pengacaranya (praperadilan kedua) namun dikabulkan,” kata Prasetyo.

Pengadilan Negeri Surabaya, Senin kemarin, mengabulkan permohonan praperadilan Muhammad Ali Affandi atas penyidikan kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat ayahnya yakni La Nyalla Matalitti.

“Tidak diperiksanya La Nyalla sebagai calon tersangka dalam kedua kasus sebagai salah satu pertimbangan penetapan tersangka La Nyalla Mahmud Mattalitti tidak sah dan cacat hukum,” kata hakim.

Hakim juga melarang Kejati Jatim untuk membuka lagi sprindik-sprindik baru yang berkaitan dengan perkara ini. “Menolak eksepsi termohon, mengabulkan sebagian permohonan pemohon,” kata hakim. (ant/gbi)