Jaksa Agung Ungkap Alasan Nyalla Bisa Sembunyi Lama dari Kejaran Aparat

Ketua Umum PSSI yang juga tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim dan pencucian uang, La Nyalla masih cukup licin untuk lari dari kejaran aparat di tempat persembunyiannya di Singapura.

Ketua Umum PSSI yang juga tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim dan pencucian uang, La Nyalla masih cukup licin untuk lari dari kejaran aparat di tempat persembunyiannya di Singapura.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo kembali angkat bicara soal La Nyalla Matalitti yang cukup licin dalam pelariannya. Jaksa Agung mengungkapkan, tersangka kasus korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pencucian uang itu bisa lama menghindari kejaran aparat karena suntikan dana kepadanya tak pernah mampet.

Prasetyo mengatakan, jajarannya menemukan indikasi La Nyalla mendapatkan pasokan uang dari sejumlah orang. Untuk bersembunyi dari kejaran aparat, Nyalla bahkan disebutkan pernah mencoba kabur ke Hingkong, namun gagal. (Baca: La Nyalla Ternyata Pernah Ingin Kabur ke Makau).

“Orang ini banyak duit. Saya dengar, ada orang yang antar uang kepada dia karena rekeningnya diblokir,” ujar Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (10/5).

La Nyalla adalah buron kasus dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan La Nyalla sebagai tersangka setelah diketahui menggunakan dana itu untuk membeli saham perdana Bank Jatim sebesar Rp 5,3 miliar.

Selain itu, Ketua Umum Persatuan Sepabola Indonesia ini menjadi tersangka kasus tindak pidana pencucian uang dalam perkara dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2011-2014 kepada Kadin Jawa Timur.

Adapun Kadin mendapatkan dana hibah Rp 48 miliar. Dari dana tersebut, Kejaksaan Jawa Timur menemukan adanya dugaan korupsi pada 2011 sebesar Rp 1,3 miliar.

Menurut Prasetyo, hingga kini, La Nyalla diyakini masih di Singapura, meski masa menetapnya sudah habis. Namun posisinya belum diketahui secara pasti dan belum berhasil ditemukan oleh perwakilan kejaksaan atau Kedutaan Besar Republik Indonesia di sana.

“Kalau ada kepastian tempatnya, kami bisa minta tolong Interpol. Jika La Nyalla berhasil ditemukan penegak hukum Singapura, ia akan dideportasi karena sudah melebihi masa tinggal,” beber Prasetyo. (tp/gbi)