Jangan Dipelintir, Anies Tegaskan Pidato “Pribumi” Konteksnya Era Kolonial Belanda

oleh
Inilah bagian dari isi pidato Gubernur DKI Anies Baswedan, Senin (16/10) yang menyinggung istilah pribumi namun sudah dipelintir oleh sejumlah media.
Inilah bagian dari isi pidato Gubernur DKI Anies Baswedan, Senin (16/10) yang menyinggung istilah pribumi namun sudah dipelintir oleh sejumlah media.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara soal pidato pertamanya di Balaikota, Senin (16/10) yang menyinggung istilah pribumi. Anies menegaskan, penyebutan istilah itu dalam konteks sejarah zaman penjajahan Belanda, tidak terkait dengan era modern.

Anies menganggap Jakarta sebagai kota yang paling merasakan penjajahan Belanda di era kolonial.

“Pokoknya (istilah pribumi) itu digunakan untuk menjelaskan era kolonial Belanda,” kata saat dikonfirmasi wartawan di Balai Kota DKI, Selasa (17/10).

Jakarta yang dulunya bernama Batavia, kata Anies, adalah kota yang paling merasakan siksaan akibat penjajahan Belanda dibanding kota-kota lainnya di Nusantara.

“Cukup sampai di sini. Saya bicara tentang era kolonial Belanda. Titik,” ujar Anies, sambil berlalu.

Anies tak mau lagi menjawab pertanyaan wrtawan apakah ia pernah membaca Instruksi Presiden (Inpres) No. 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Non Pribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Program, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan, yang ditandatangani oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie.

Anies pun enggan berkomentar perihal kemungkinan perpecahan sosial sebagai efek istilah tersebut. Menurut Anies, penggunaan istilah pribumi itu dipermasalahkan hanya karena pemberitaan.

“Kan pelintiran satu-dua website tuh,” tudingnya.

Dalam pidatonya Anies memang menyebut kata “pribumi”.  Namun dalam pemberitaan sejumlah media elektronik, kata “pribumi” dimasukkan ke dalam kalimat “saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri”. Kata “kita” diganti dengan kata “pribumi”.

Padahal isi pidato Anies yang sebenarnya adalah “Rakyat Pribumi ditindas dan dikalahkan kolinialisme. Kini kita telah merdeka, saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri.” (cni/mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *