Janjikan Keuntungan 20 Persen, Lexsye Nota Ota Riani Terancam 4 Tahun Penjara

oleh
Amelia Angelita saat memberikan kesaksian.

GLOBALINDO.COSURABAYA – Kasus penipuan bisnis handphone merk Iphone senilai Rp. 4,5 miliar kembali digelar di ruang Garuda I Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu 23/5/2018. Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum, Damang Anubowo SH, menghadirkan saksi Amelia Angelita.

Dihadapan majlis hakim, saksi Amelia Angelita mengatakan jika dirinya ikut dalam pertemuan terkait penawaran kerjasama bisnis jual beli handphone yang di tawarkan kepada saksi korban Hengky Soesanto.

Pada saat pertemuan itu, terdakwa Oen Lexsye Nota Ota Riani menjanjikan keuntungan besar jika Hengky Soesanto bersedia meminjamkan modal. Presentase keuntungan yang dijanjikan antara 15 persen sampai 20 persen.

Untuk memuluskan aksinya, terdakwa memperlihatkan foto stand kios handphone yang berada di WTC Depok kepada Hengky Soesanto.

Setelah Hengky Soesanto bersedia meminjamkan modal dengan iming-iming mendapat keuntungan besar. Namun, keuntungan tersebut tak kunjung diberikan oleh terdakwa.

Tak hanya itu, foto stand kios handphone yang diakui miliknya itu setelah di cek kelokasi ternyata kios tersebut tidak ada.

“Pada pertemuan itu terdakwa menjanjikan keuntungan 15 persen hingga 20 persen, dan ternyata stand kios handphone tidak ada setelah di cek keberadaanya” ujar saksi Amelia Anggita.

Setelah mendengar keterangan saksi Amelia Anggita, Ketua Majlis Anne Rosiana SH MH memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menanggapi keterangan yang telah diberikan.

Menanggapi keterangan saksi, terdakwa berdalih jika keterangan saksi sebagian tidak benar. Terdakwa menyebut jika pada pertemuan itu, terdakwa tidak melihat keberadaan saksi Amelia Anggita.

Di akhir persidangan dengan agenda keterangan saksi ini, majlis hakim sepakat untuk menggelar sidang berikutnya dengan agenda keterangan saksi ahli yang akan digelar pada persidangan pekan depan.

Perlu diketahui, pada tanggal 12 Maret 2015 saksi korban Hengky Soesanto menanyakan perihal keuntungan dari modal yang dipinjamkan kepada terdakwa sebesar 15 persen. Pada saat menanyakan keuntungan tersebut terdakwa selalu menghindar.

Adanya hal itu saksi Hengky Soesanto merasa curiga kemudian meminta bukti-bukti pembelian serta penjualan handphone merk Iphone dari uang pinjaman yang telah diberikan. Akan tetapi terdakwa memberikan penjelasan yang tidak masuk akal.

Kemudian setelah saksi Hengky Soesanto melalui Felix Soesanto (anak kandung Hengky Soesanto) melakukan pengecekan beberapa supplier handphone yang pernah disebutkan oleh terdakwa ternyata alamat dan supplier handphone tersebut adalah tidak ada alias fiktif.

Atas perbuatan terdakwa tersebut saksi korban Hengky Soesanto dirugikan sebesar Rp.4.500.000.000,- (empat milyar lima ratus juta rupiah) dan kemudian melaporkanya ke Polrestabes Surabaya berikut barang bukti.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *