Jaring Caleg Berkualitas, Partai Golkar Surabaya Berlakukan Aturan Ketat

oleh
Bendara DPD II Partai Golkar Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – DPD Partai Golkar Kota Surabaya menargetkan delapan kursi parlemen di DPRD Kota Surabaya untuk Pemilihan Legislatif tahun 2019 nanti. Target tersebut naik dari Pemilu tahun 2014 yang hanya meraih empat kursi.

Bendahara DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna menegaskan, partainya sangat optimis target itu bisa tercapai. Namun untuk mewujudkannya Ayu mengaku dibutuhkan kerja keras dari partai maupun kader yang akan maju.

“Dalam Pileg 2019 kami optimis bisa naik dua kali lipat,” ujar Pertiwi Ayu Krisna, Senin (7/5/2018).

Ayu menjelaskan, salah satu kiat yang bisa dilakukan kadernya untuk meraih suara diantaranya dengan intens terjun ke masyarakat. Dari sana, kader yang bersangkutan akan tahu keinginan masyarakat yang akan diwakilinya ketika sudah menjadi anggota dewan.

“Caleg (calon anggota legislatif) harus intens turun ke masyarakat mendengar, melihat, menyapa agar pemilih dapat lebih mengenal Caleg dengan segala background nya,” jelasnya.

Terkait pendaftaran calon anggota legislatif dari Partai Golkar, Ayu mengaku sudah berjalan dengan sangat baik. Bahkan mayoritas calon yang mendaftar berasal dari kader Partai Golkar sendiri.

“Seluruh proses pendaftaran hingga penyaringan Caleg Partai Golkar Surabaya sudah berjalan sangat baik,” imbuhnya.

Sementara untuk menentukan berkualitas tidaknya caleg yang mendaftar, partai Golkar Surabaya mensyaratkan kader yang mendaftar harus memiliki sertifikat fungsionaris. Tujuannya, untuk melahirkan calon anggota legislatif yang berkuallitas dan bertanggung jawab terhadap rakyat.

“Mungkin kalo di partai lain tidak ya,” cetus anggota Komisi A DPRD Surabaya ini.

Ditanya apakah ada syarat tertentu bagi caleg yang ingin mendapatkan sertifikasi fungsionaris itu, menurut dia, mekanismenya harus melalui tes.

“Tes tersebut diantaranya bebas dari masalah hukum, tidak korupsi, dan yang terpenting bebas narkotika,” terangnya.

Tidak hanya itu, partainya juga melakukan tes kesehatan bagi calon anggota dewan. Terutama tes narkoba.

“legislatif harus sehat secara jasmani dan rohani agar bisa maksimal menjalankan fungsinya sebagai legislator untuk kepentingan rakyat. Makanya kita sangat ketat dalam memilihnya,” pungkas Ayu. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *