Jatim Rajai Investasi Domestik

No comment 199 views

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Provinsi Jawa Timur (Jatim) merajai investasi domestik di banding provinsi lain di Indonesia pada awal tahun ini. Hal ini bisa dilihat dari nilai investasi di provinsi Jatim yang mencapai Rp 13 triliun. Dana ini tersebar di 196 proyek dan menyerap 23.218 tenaga kerja. Angka-angka itu menempatkan Jawa Timur pada peringkat pertama dari realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di periode pertama 2016.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani menyatakan, pertambahan tenaga kerja di Jawa Timur itu menyumbang 17 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

“Apalagi ada kawasan industri di Jawa Timur yang mengimplementasikan KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi), sehingga  komitmen investasi dapat segera direalisasikan,” kata Franky dalam keterangan resminya, Selasa (3/5/2016).

Posisi kedua realisasi investasi domestik ditempati Provinsi Kalimantan Tengah. Tenaga kerja yang terserap di daerah itu 18.270 orang, setara dengan 13,4 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Sementara itu, Provinsi Kalimantan Barat menduduki posisi ketiga dengan mempekerjakan 18.229 orang, 13,3 persen dari total penyerapan tenaga kerja.

Walau nilai investasi domestik nomor satu, menurut Franky, Penanaman Modal Asing (PMA), Provinsi Jawa Timur hanya menempati peringkat enam dari daftar asal negara. Invetasi asing itu sebesar US$ 252 juta terdiri dari 187 proyek dan menyerap pegawai 9.465 orang. “Keseluruhan Jawa Timur menyumbang 10 persen dari penyerapan tenaga kerja selama kuartal pertama 2016,” ujarnya.

Menurut Franky, tren perkembangan realisasi investasi bila diukur dari penyerapan tenaga kerja menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Hal ini ditandai dengan kenaikan penyerapan tenaga kerja pada tiga bulan petama pertama 2016 mencapai 327.170, naik tiga persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015.

Data BKPM menyebutkan, angka realisasi investasi triwulan pertama 2016 sebesar Rp 146,5 triliun meningkat 17,6 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 124,6 triliun. Pencapaian realisasi investasi tersebut telah memecahkan rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia, terdiri dari modal dalam negeri Rp 50,4 triliun, naik 18,6 persen dari Rp 42,5 triliun pada tahun 2015, dan investasi asing Rp 96,1 triliun, naik 17,1 persen dari Rp 82,1 triliun pada tahun lalu.

Adapun realisasi penyerapan tenaga kerja di periode ini mencapai 327.170 orang yang terdiri dari proyek PMDN sebanyak 136.560 orang dan proyek PMA 190.610 orang. Di sisi lai, penyerapan tenaga kerja pada periode yang sama tahun lalu baru 315.229 orang. Adapun capaian triwulan pertama 2016 meningkat 3,08 persen. (Baca juga: Indonesia Lawan Malaysia dan Amerika Berebut Investasi Cina).

Sementara itu, proporsi penyerapan tenaga kerja dari luar Jawa sebesar 146.320 orang, bertambah 17,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, secara total, tenaga kerja di Pulau Jawa mencapai 180.850 orang, turun lima pesen dari posisi 2015.(kdc/ziz)