Jenderal Gatot Mutasi 85 Pati Jelang Pergantian Panglima TNI

oleh
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memimpin upacara bersama para petinggi TNI.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memimpin upacara bersama para petinggi TNI.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menggeser jabatan puluhan perwira tinggi tentara di tengah santernya kabar pergantian jabatannya dengan KSAU Marsekal Hadi Thahjanto. Dari 85 perwira tinggi yang dimutasi, 46 Pati berasal dari Angkatan Darat, 28 Pati Angkatan Laut dan 11 Pati dari Korps Angkatan Udara.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982/XII/2017 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

“Mutasi Jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi TNI, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis,” kata Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa dalam keterangan tertulisSelasa (5/12). Bedali berujar, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Perwira Tinggi TNI.

Salah satu nama beken yang terkena mutasi adalah Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi yang dimutasi menjadi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun dini. Jabatan Edy Rahmayadi akan digantikan Mayjen TNI Sudirman yang sebelumnya menjabat Asops Kasad.

Selain Edy yang juga menjadi Ketua Umum PSSI, Panglima TNI juga memutasi Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono dari jabatan Dankormar menjadi Dankodiklat TNI. Posisi Bambang, akan digantikan Brigjen TNI (Mar) Hasanudin yang sebelumnya menjabat Kas Kormar menjadi Dankormar,

Adapun di tubuh TNI AU, Marsda TNI Imran Baidirus, digeser dari jabatan Pangkoopsau I menjadi Pangkohanudnas. Posisi Imran digantikan Marsma TNI Nanang Santoso yang sebelumnya menjabat Kadisopslatau.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR Tubagus Hasanuddin telah mengingatkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo agar tidak melakukan mutasi jabatan perwira tinggi. Hal ini terkait dengan surat Presiden Joko Widodo tentang pemberhentian dan pengangkatan panglima TNI.

“Sebaiknya Jenderal Gatot sudah mulai menyiapkan memo serah terima jabatan, dan tidak membuat keputusan-keputusan strategis di akhir masa jabatannya, termasuk melakukan mutasi para perwira tingginya,” kata politisi PDIP ini.

Hasanuddin menyampaikan, mutasi para perwira tinggi sebaiknya dilakukan oleh panglima TNI yang baru agar suasana kondusif bisa lebih tercipta. Menuutnya, keputusan Presiden Jokowi mengusulkan nama Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal panglima TNI telah sesuai amanah UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. (cni/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *