Jessica Divonis 20 Tahun Bui, Motif Bunuh Mirna Muncul Sejak di Australia

Jessica Kumala Wongso didampingi pengacaranya, Otto Hasibuan lesu mendengar majelis hakim membacakan vonis dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10). Jessica tak terima dan akan mengajukan banding atas putusan hakim yang menghukumnya 20 tahun penjara.

Jessica Kumala Wongso didampingi pengacaranya, Otto Hasibuan lesu mendengar majelis hakim membacakan vonis dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10). Jessica tak terima dan akan mengajukan banding atas putusan hakim yang menghukumnya 20 tahun penjara.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Drama kopi bersianida yang ‘disuguhkan’ Jessica Kumala Wongso untuk membunuh Wayah Mirna Salihin akhirnya berakhir. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis hukuman 20 tahun penjara kepada Jessica,  Kamis (27/10) sore, sesuai dengan tuntutan jaksa.

Majelis hakim menyatakan Jessica bersalah dan memenuhi unsur dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana.

“Menyatakan terdakwa Jessica Kumala Wongso terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, menjatuhkan pidana 20 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Kisworo.

Motif pembunuhan berencana nampak dalam beberapa sikap dan tindakan Jessica yang terungkap selama persidangan. Majelis menganggap Jessica merasa sakit hati karena Mirna pernah menanyakan tujuan Jessica datang ke Indonesia.

Ditambah lagi, Mirna pernah menyarankan agar Jessica putus dari pacarnya di Australia, Patrick, yang dianggap tidak berlaku baik.

Majelis pun meyakini dorongan untuk melakukan pembunuhan berencana terhadap Mirna sudah ada dalam diri Jessica sejak hidup di Australia hingga pindah ke Indonesia. Jessica disebut mengalami masa-masa yang buruk saat di Australia.

Bahkan, Jessica beberapa kali terbukti berupaya bunuh diri dengan beberapa cara, di antaranya dengan menghirup gas karbon dioksida dan alkohol secara berlebihan.

Jessica Kumala Wongso divonis 20 tahun penjara karena dianggap telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin dengan kopi bersianida.

Jessica Kumala Wongso divonis 20 tahun penjara karena dianggap telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin dengan kopi bersianida.

Menurut majelis, hal yang memberatkan Jessica dalam kasus ini ialah perbuatan terdakwa membuat Wayan Mirna Salihin meninggal dunia, perbuatan keji dan sadis, terdakwa tidak pernah menyesal, dan tidak mengakui perbuatannya. Majelis juga menganggap ada hal yang meringankan, yakni Jessica masih berusia muda.

Menurut majelis hakim, ada sikap Jessica yang tidak tulus untuk mengelabui hakim. Hal itu diperlihatkan dari kebiasaan Jessica yang tidak pernah mengeluarkan air mata, tetapi tiba-tiba mulai mengenakan kacamata dan menangis di persidangan pembacaan nota pembelaan sebelumnya.

“Menimbang bahwa air mata terdakwa tidak tulus dari hati nurani yang mendalam,” tutur hakim anggota Binsar Gultom.

Para penonton di dalam ruang sidang menyambut dengan tepuk tangan atas putusan majelis hakim itu. Jessica pun diberikan kesempatan menanggapi vonis tersebut.

“Saya tidak terima dengan putusan ini, selanjutnya saya serahkan kepada penasihat hukum,” kata Jessica.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Jessica dengan hukuman 20 tahun penjara, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 340 KUHP.

Kuasa hukum terdakwa, Otto Hasibuan, menyatakan banding atas putusan tersebut. Mirna meninggal setelah meminum es kopi vietnam yang dipesan Jessica di Kafe Olivier pada 6 Januari 2016. Hasil pemeriksaan dari Puslabfor Polri menunjukkan bahwa Mirna meninggal karena keracunan sianida. (kc/gbi)