Jika KPK Tak Mampu, Jaksa Agung Siap Tersangkakan Boediono Cs

oleh
Jaksa Agung HM Prasetyo (kanan) dan Ketua Kpk Agus Rahardjo (kiri). Jaksa Agung mendesak KPK segeramelaksanakan perintah Hakim Tunggal Muchtar Effendy untuk menetapkan Boediono Cs sebagai tersangka baru kasus korupsi bailout Bank Century.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Jaksa Agung M Prasetyo ikut mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi segera menindaklanjuti putusan Hakim Tunggal Effendy Muchtar yakni menetapkan tersangka baru terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede cs. Perintah penetapan tersangka ini sesuai  surat dakwaan terhadap mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya.

“Atau melimpahkannya kepada Kepolisian atau Kejaksaan untuk dilanjutkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta,” paparnya dalam bunyi putusan yang dibacakan pada Selasa (10/4) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Jaksa Agung HM Prasetyo meminta KPK memberi perhatian lebih pada skandal bailout Bank Century yang merugikan negara hampir Rp 8 triliunan itu.

“Sekarang kita lihat masalahnya bagaimana yang diputus hakim praperadilan Jakarta Selatan itu untuk kemudian menjadi perhatian KPK agar tetap menindaklanjuti kasus itu,” kata HM. Prasetyo, di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).

Desakan Jaksa Agung ini sejalan dengan bunyi putusan Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Muchtar Effendy dalam sidang praperadilan. Dalam putusannya, Hakim Muchtar menyatakan apabila KPK tidak mampu melanjutkan penyelidikan, penyidikan dan menetapkan tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi bank Century, maka diwajibkan melimpahkannya ke kepolisian atau kejaksaan.

Jaksa Agung pun mengaku siap mematuhi putusan hakim. Pihaknya akan menindaklanjuti kasus korupsi skandal bank Century itu, apabila KPK tidak sanggup menangani dan menetapkan tersangka baru.

“Saya tidak pernah mendengar pernyataan KPK tidak sanggup menangani kasus (Century) itu,” Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum itu.

Terkait kesiapan pihak Kejaksaan dalam menangani skandal kasus Century, Prasetyo mengaku selalu siap. Namun, Ia masih meragukan pihak KPK untuk memberikan pelimpahannya.

“Tanyakan ke KPK, jangan tanyakan kejaksaan siap tangani atau tidak. Kita siap saja,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, dalam putusan yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (10/4), Hakim Tunggal Effendy Muchtar juga memerintahkan KPK untuk menetapkan tersangka baru terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dan kawan-kawan berdasarkan surat dakwaan atas nama Budi Mulya. Atau melimpahkannya kepada Kepolisian atau Kejaksaan untuk dilanjutkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Sebelumnya pada Juli 2014, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya divonis 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. (ako/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *