Jika Pilpres Hari Ini, Jokowi Jauh Ungguli Prabowo dan SBY

Rivalitas: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa kali betemu dengan Presiden Joko Widodo usai bersaing di Pilpres 2014. Rivalitas kedua tokoh ini diyakini bakal kembali tersaji di Pilpres 2019 nanti.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kurang dari dua tahun jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, elektabiltas Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum tertandingi. Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bahkan menempatkan Jokowi unggul jauh dari seteru politiknya di Pilpres 2014 lalu Prabowo Subianto.

Elektabilitas Jokowi ada di angka 45,6 persen,  sementara Ketua Umum (Ketum) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto hanya 18,7 persen disusul Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 3,9 persen. Adapun nama lain masih di bawah 2 persen.

“Dalam jawaban spontan, dukungan untuk Jokowi sebesar 38,9 persen, dan Prabowo 12 persen. Nama-nama lain di bawah 2 persen,” kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan dalam saat merilis hasil survei bertajuk “Kecenderungan Dukungan Politik 3 Tahun Presiden Jokowi”.

Menurut Djayadi, gap keunggulan yang jauh ini terjadi karena di saat dukungan terhadap Jokowi naik, simpati publik kepada Prabowo dan tokoh lain justru stagnan. Djayadi mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir, bagaimanapun simulasinya, elektabilitas Jokowi cenderung naik.

Karena itulah, SMRC melihat belum ada penantang cukup berarti selain Prabowo. “Setelah tiga tahun Presiden Jokowi memerintah, kecenderungan dukungan politik pada Jokowi untuk kembali menjadi presiden sejauh ini semakin kuat. Belum ada tokoh lain yang kompetitif terhadap Jokowi,” ungkapnya.

Djayadi menambahkan, Prabowo yang pernah menghadapi Jokowi pada Pilpres 2014 memang masih paling kompetitif.

“Kalau calonnya hanya dua, dan lawannya yang terkuat sementara ini Prabowo, maka Jokowi kembali akan menjadi presiden bila pemilihan dilakukan ketika survei dilakukan,” imbuhnya.

Survei ini dilakukan pada 3-10 September 2017. Populasi survei yaitu seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum (pemilu). Artinya, mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara acak 1.220 responden. Responserate atau responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 1.057 atau 87 persen. Sebanyak 1.057 responden ini yang dianalisis. Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar ±3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (sup/bmb)