Jokowi Akhirnya Bicara Soal KPK dan DPR

No comment 42 views

Presiden Joko Widodo dan Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara mengomentari gonjang-ganjing di KPK dan DPR RI. Gonjang-ganjing ini dipicu oleh penggunaan Hak Angket DPR atas KPK. Jokowi menegaskan jika dirinya menginginkan agar KPK tidak dilemahkan.

“Ya kalau saya tidak ingin KPK itu lemah,” kata Jokowi saat berkunjung ke Pressrom Wartawan Istana Kepresidenan, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Jokowi mengatakan, lembaga KPK harus diperkuat dalam upaya pemberantasan korupsi. Dia tidak ingin KPK kendor.

“KPK harus kuat dan upaya pemberantasan korupsi tidak boleh kendor karena negara kita masih membutuhkan upaya-upaya yang luar biasa dalam pemberantasan korupsi,” katanya.

(Baca Juga: KPK Masih Ragukan Keabsahan Pansus Angket, Kecewa Fraksi Balik Sikap Politik)

Jokowi juga menambahkan, KPK yang kuat harus menjadi landasan dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Jadi kita perlu KPK yang kuat, KPK yang independen, dan pemikiran tersebut harus menjadi sebuah landasan dalam rangka upaya kita bersama untuk pemberantasan korupsi. Dan pemikiran ini harus menjadi landasan kita bersama dalam semua langkah, dalam setiap pembuatan keputusan. Jangan ada pikiran-pikiran melemahkan KPK, tidak boleh,” katanya.

Terkait dengan kinerja KPK, Jokowi mengatakan, jika memang harus ada yang dirasa kurang, maka harus diperbaiki. Dia pun menegaskan, intinya pemerintah ingin agar KPK kuat dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kalau memang harus ada yang harus dibenahi ya dibenahi. Tapi bahwa kita memerlukan KPK yang kuat, bahwa kita memerlukan upaya pemberantasan korupsi yang tidak boleh mengendor. Karena sekali lagi, negara kita Indonesia masih membutuhkan upaya luar biasa dalam pemberantasan korupsi. masih memerlukan,” katanya.

Lantas, apakah adanya penggunaan Hak Angket DPR atas KPK bakal melemahkan upaya pemberantasan korupsi?

“Itu wilayahnya DPR,” kata Jokowi.(dtc/ziz)