Jokowi Bicarakan Gizi Buruk Anak Indonesia di Beranda Istana Bogor Bareng Presiden Bank Dunia

oleh
Presiden Jokowi saat menerima Presiden Bank Dunia di Istana Bogor.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim membahas masalah stunting atau kekurangan gizi yang menimpa sejumlah anak-anak Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/7/2017).

Jim Yong Kim tiba di Istana Kepresidenan Bogor pukul 09.00 WIB. Ia langsung disambut Jokowi sebagai tuan rumah. Jokowi kemudian mengajak Jim Yong Kim untuk berbincang masalah kekurangan gizi anak Indonesia di beranda sambil memandangi taman Istana Bogor yang asri.

“Fokus kita saat ini adalah masalah stunting. Ini adalah masalah yang sangat penting bagi saya,” kata Jokowi.

“Saya percaya pemimpin seperti Anda dan saya punya terobosan untuk mengatasi masalah ini,” sambung Jokowi yang bicara dengan bahasa Inggris.

WHO mencatat, penderita gizi buruk di Indonesia mencapai 7,8 juta dari 23 juta balita atau sekitar 35,6 persen. Sebanyak 18,5 persen kategori sangat pendek dan 17,1 persen kategori pendek. Dengan kejadian itu, WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk.

(Baca Juga: Indonesia Darurat Kesehatan, Infeksi dan Degeneratif Gerogoti Anggaran Negara)

Jokowi yakin Indonesia dan Bank Dunia bisa bekerja sama menangani permasalahan ini. Untuk itu, dia ingin mendiskusikan cara-cara praktis yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah gizi buruk, misalnya dengan menggunakan teknologi.

“Kita tahu, kita hidup di abad ke-21, era smartphone dan media sosial dan bahkan pesawat drone dan kecerdasan buatan. Saya percaya bahwa ada mekanisme untuk solusi atas gizi buruk kepada anak-anak dengan memanfaatkan teknologi baru ini,” kata Jokowi.

Jokowi juga mengatakan, permasalahan gizi buruk ini tak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Butuh kerja sama dengan semua pihak, khususnya sektor swasta untuk mengatasi permasalah stunting ini.

“Saya khawatir kalau kita hanya mengandalkan pemerintah, kemajuannya akan berjalan lambat. Oleh karena itu, kita bisa bekerja sama dengan swasta,” kata dia.

Setelah Jokowi menyampaikan kalimat pembuka, pertemuan digelar secara tertutup. Dalam pertemuan ini, turut hadir Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Setelah pertemuan selesai, Jokowi langsung mengajak Jim blusukan ke Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *