Jokowi Cabut 3.143 Perda Bermasalah

No comment 525 views
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) dan Wapres Jusuf Kalla (kedua kanan) menyimak laporan dari Mendagri Tjahjo Kumolo (kanan) mengumumkan pencabutan 1.431 peraturan daerah (Perda) bermasalah, Senin (13/6).

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) dan Wapres Jusuf Kalla (kedua kanan) menyimak laporan dari Mendagri Tjahjo Kumolo (kanan) mengumumkan pencabutan 1.431 peraturan daerah (Perda) bermasalah, Senin (13/6).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo resmi membatalkan sebanyak 3.143 peraturan daerah (perda) bermasalah. Pencabutan ribuan perda itu untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia harus mampu menyiapkan diri untuk mampu menghadapi persaingan antar negara yang semakin ketat. Dalam menghadapi tantangan kebangsaan yang semakin ketat, lanjut Jokowi, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus saling bersinergi menjadi satu kesatuan yang utuh.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus memiliki visi dan arah tujuan yang sama, serta saling berbagi tugas.

“Untuk itu saya sampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri sesuai dengan kewenangannya telah membatalkan 3.143 peraturan daerah yang bermasalah tersebut,” ujar Jokowi saat jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (13/6).

Jokowi menjelaskan, dari hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah, 3.143 peraturan daerah dan Peraturan Kepala Daerah yang bermasalah itu terbukti menghambat kapasitas nasional menghambat percepatan ekonomi  untuk memenangkan kompetisi global serta bertentangan dengan semangat kebhinnekaan.

Perda yang dianggap bermasalah tersebut meliputi perda yang menghambat pertumbuhan ekonomi daerah dan memperpanjang jalur birokrasi. Selain itu perda tersebut juga dinilai menghambat proses perizinan dan investasi.

“Yang ketiga perda yang menghambat kemudahan berusaha. Dan yang keempat perda yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi,” jelas Jokowi.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa, pembatalan ini untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar yang toleran dan yang memiliki daya saing,” tambahnya.

Dalam jumpa pers tersebut, Jokowi didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki. (dt/gbi)