Jokowi: Opini WTP BPK Tak Cukup Buktikan Uang Rakyat Tak Dikorupsi

oleh
Jokowi saat berbicara dalam acara ‘Persiapan Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2017 pada Pemerintah Pusat dan Institusi Pengelola Keuangan Negara Lainnya’ di Istana Bogor.

GLOBALINDO.CO, BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dengan tegas jika stempel opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tak cukup membuktikan jika uang rakyat dalam APBN/APBD tak dikorupsi. Untuk itu, Jokowi meminta kementerian atau lembaga tidak berpuas diri dengan opini BPK.

“WTP bukanlah sebuah prestasi melainkan memang kewajiban kita dalam penggunaan APBN. Mendapatkan predikat WTP saja tidak cukup. Harus benar-benar dipastikan bahwa tidak ada satu Rupiah-pun yang dikorupsi,” kata Jokowi saat berbicara dalam acara ‘Persiapan Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2017 pada Pemerintah Pusat dan Institusi Pengelola Keuangan Negara Lainnya’ di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12/2017).

Jokowi pun mendorong semua kementerian, lembaga, dan berbagai level pemerintahan menanggulangi korupsi dengan cara canggih, yakni memanfaatkan teknologi informasi. Bila pengelolaan anggaran dilakukan dengan teknologi informasi yang ketat, maka celah korupsi dipercaya bakal minim.

(Baca Juga: Pimpinan BPK Tak Bisa Kendalikan Auditor Nakal)

“Maka penggunaan teknologi informasi dari hulu sampai hilir, e-planning, e-budgeting, dan e-procurement, Perpres-nya sedang disiapkan, sehingga tidak ada keraguan,” kata Jokowi.

Sistem penganggaran elektronik bisa menjadikan pengelolaan anggaran lebih transparan, mudah dipertanggungjawabkan, dan tidak ada ruang untuk bermain-main dengan APBN.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *