Juara Liga 1, Persija Akhiri Penantian Selama 17 Tahun

oleh
Selebrasi yang dilakukan pemain Persija Jakarta setelah meraih gelar Liga 1.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Persija Jakarta menahbiskan sebagai yang terbaik dalam gelaran Liga 1. Kepastian itu didapat setelah Persija mengalahkan Mitra Kukar dengan skor tipis 2-1 pada laga terakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12).

Bermain di hadapan puluhan ribu suporternya, Persija yang membutuhkan kemenangan langsung tampil menekan sejak peluit babak pertama dibunyikan. Tekanan demi tekanan mereka lancarkan ke lini pertahanan Mitra Kukar.

Hasilnya tim Macan Kemayoran berhasil memecahkan kebuntuan pada menit ke-17, lewat gol penalti Marko Simic. Unggul satu gol, membuat para pemain Persija kian bersemangat.

Namun penggawa tim Naga Mekes, julukan Persija, juga tidak tinggal diam. Mereka yang ingin mencuri poin agar tidak terdegradasi terus mencoba mencari celah di lini pertahanan Persija. Hanya saja masih mengalami kebuntuan.

Persija belum mengendurkan serangan mereka untuk mencari gol berikutnya di laga ini. Hanya saja, hingga babak pertama berakhir tidak ada lagi gol yang tercipta.

Memasuki babak kedua, giliran Mitra Kukar yang tertinggal langsung tampil menggebrak. Peluang emas didapatkan Hendra Adi Bayauw di depan gawang Persija, namun sayang dia gagal menjangkau umpan silang mendatar yang diberikan Dedy Hartono.

Justru Persija yang kembali berhasil mencetak gol pada menit ke-60. Kembali Simic yang berhasil membobol gawang Mitra Kukar dengan sundulannya. Skor berubah 2-0.

Gol tersebut sempat diprotes oleh pemain dan offisial dari Mitra Kukar. Para pemain Mitra Kukar menilai sebelum gol terjadi terdapat pelanggaran yang dilakukan Ramdani Lestaluhu terhadap penjaga Yoo Jae Hoon.

Ramdani dinilai menghalangi pergerakan penjaga gawang Yoo Jae Hoon yang akan menghalau bola. Namun wasit yang memimpin pertandingan tetap mengesahkan gol yang dicetak oleh Simic.

Tertinggal dua gol, Mitra Kukar terus mencoba mengejar ketertinggalan mereka. Peluang emas dimiliki Fernando Rodriguez lewat tendangan penalti. Namun kali ini tendangannya berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Persija, Andritany Ardhiyasa.

Mitra Kukar masih belum menyerah. Mereka akhirnya bisa mencetak gol pada menit ke-88 lewat tendangan keras Aldino Herdianto. Skor pun berubah 2-1, yang membuat pertandingan semakin berjalan menegangkan.

Namun hingga waktu pertandingan habis, skor tetap tidak berubah. Berkat kemenangan ini Persija berhasil meraih juara kembali setelah penantian selama 17 tahun.

Persija unggul satu poin atas PSM Makasar yang pada pertandingan lainya meraih kemenangan telak atas PSMS Medan dengan skor 5-1. Persija memperoleh 62 poin sedangkan PSM mendapat 61.

Sebaliknya, kekalahan ini membuat Mitra Kukar harus rela terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Mitra Kukar menyusul Sriwijaya FC dan PSMS Medan yang juga terdegradasi. (gol/gbi)

Susunan pemain:

Persija Jakarta

Pelatih: Stefano Cugurra
26 Andritany Ardhiyasa; 14 Ismed Sofyan, 5 Jaimerson Xavier, 6 Maman Abdurrahman, 28 Rezaldi Hehanussa; 70 Renan Silva, 29, Sandi Darman Sute, 32 Rohit Chand; 11 Novri Setiawan, 25 Riko Simanjuntak, 9 Marko Simic.

Cadangan: 88 Shahar Ginanjar, 85 Michael Orah, 16 Asri Akbar, 27 Fitra Ridwan, 7 Ramdani Lestaluhu, 20 Bambang Pamungkas, 10 Rudi Widodo

Mitra Kukar

Pelatih: Rahmad Darmawan
1 Yoo Jae Hoon; 3 Wiganda Pradika, 27 Dedy Gusmawan, 16 Saepuloh Maulana, 44 Mauricio Leal; 22 Dedy Hartono, 7 M. Luthfi Kamal, 21 Anindito Wahyu Erminarno, 29 Septian David Maulana; 15 Hendra Adi Bayauw, 9 Fernando Rodriguez.

Cadangan: 47 Gerri Mandagi, 5 Bobby Satria, 6 Zulchrizal Abdul Gamal, 12 Andre Agustiar, 14 Arif Suyono, 26 Muhammad Bahtiar, 18 Aldino Herdianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.