Juli, Bulog Mulai Jual Beras Sachet Seharga Rp 2.500

oleh
Beras sachet yang bakal dijual Bulog.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Perum Bulog memastikan produksi beras sachet 200 gram dengan harga Rp 2.500 bakal didistribusikan pada Juli mendatang. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo mengatakan, penjualan beras sachet akan dilakukan selama satu bulan sebagai uji coba atau tes pasar. Sebab nantinya, Bulog akan menilai tingkat kebutuhan masyarakat.

“Kita tes pasar dulu, Juli kita turunkan sampai di pasar seperti apa kita akan rilis di Juli jadi cukup satu bulan lah (tes pasar),” katanya, Kamis (28/6/2018).

Lebih lanjut, dengan adanya tes pasar tersebut Bulog akan bisa menentukan besaran beras sachet yang akan diproduksi lebih lanjut.

(Baca Juga: Banjir Mamuju Rendam 300 Ton Beras Bulog, Kerugian Tembus Rp 4 M)

“Nanti kebutuhan rill masyarakat seperti apa, apa 200 gram, 250 gram, 300 gram misalnya nanti kita cocokan seperti apa,” ungkapnya.

Imam pun berharap produksi beras sachet tersebut bisa menjadi solusi untuk ketersediaan beras di masyarakat.

“Harapannya pasti target ketersediaan beras terwujud,” ujarnya.

Sekadar informasi, beras sachet tersebut akan dijual dengan harga Rp 2.500 dengan kualitas beras premium.

Imam menambahkan, distribusi beras sachet hingga ke mini market merupakan salah satu langkah mempermudah masyarakat untuk memperoleh beras tersebut.

“Nanti bakal dijual di ritel. Itu kan supaya memudahkan masyarakat bisa beli beras gampang di Indomaret misalnya,” katanya.

Lebih lanjut Imam menegaskan, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan asosiasi ritel terkait penjualan itu. Bahkan, ia menilai hal tersebut disambut positif.

“Kita sudah bicara sama asosiasi jadi nanti bakal dijual di ritel. Bahkan, mereka minta biar dipercepat jualnya,” terangnya.

Imam memaparkan saat ini daerah-daerah yang telah siap menjual beras sachet adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Beras tersebut akan dijual mulai awal Juli.

“Jawa barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur siap. Awal Juli pokoknya sudah di divre, sudah gerak,” tutupnya.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *