Jumat Pahing, Jokowi Umumkan Cawapres dan Daftar ke KPU

oleh
Presiden Joko Widodo bertemu dengan para sekjen dan petinggi partai politik pendukungnya di Grand Garden Resto & Cafe, kompleks Kebun Raya Bogor, tadi malam.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Partai koalisi pendukung Joko Widodo menganggap Jumat Pahing sebagai hari sakral bagi calon presiden incumbent. Karena itu, mereka menyarankan Jokowi mendaftarkan pencalonannya pada hari tersebut yang jatuh pada 10 Agustus 2018 atau tepat saat penutupan pendaftaran capres-cawapres 2019.

KPU membuka pendaftaran capres dan cawapres Pemilu 2019 pada 4-10 Agustus 2018. Pada hari itu pula, Jokowi akan mengumumkan cawapresnya.

Usulan pendaftaran capres-cawapres pada Jumat Pahing itu disampaikan dalam pertemuan para sekjen parpol pendukung dengan Presiden Jokowi di Grand Garden Resto & Cafe, kompleks Kebun Raya Bogor, tadi malam.

“Tadi malam (di Istana Bogor) memang para sekjen menyampaikan, ‘Pak daftarnya itu hari Jumat saja.’ Itu usulannya, kalau tidak salah, itu Jumat Pahing. Itu hari baik hari Jumat itu,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP, Arsul Sani di Gedung DPR, Rabu (1/8).

Arsul menjelaskan, berdasarkan penanggalan kalender Jawa, Jumat Pahing dinilai menjadi hari baik, termasuk untuk mendaftarkan sebagai capres. Selain Jumat Pahing, Rabu Kliwon yang jatuh pada 8 Agustus 2018 juga menjadi alternatif lainnya untuk mendaftar.

“Tapi buat kami semua hari adalah hari baik,” katanya.

Terkait pengumuman calon wakil presiden (cawapres), akan disampaikan ke publik beberapa jam sebelum pendaftaran. “Kan kalau Jumat daftarnya, pengumumannya bisa malam Jumat. Sudah masuk juga itu hari baik kalau malam Jumat setelah Maghrib,” kata Arsul.

Terkait cawapres Jokowi, ia meminta semua pihak bersabar. Pasalnya, nama cawapres sudah ada di kantong Jokowi. Menurutnya, Jokowi perlu meyakinkan hati dan mempertimbangkan semuanya serta melihat perkembangan di luar.

Ia membantah pilihan hari pendaftaran itu untuk mengunci partai-partai koalisi agar tidak lari. Sebab Jokowi katanya, melarang adanya saling mengunci seperti itu.

Ia memastikan koalisi Jokowi sudah solid karena capresnya sudah fixed, cawapresnya pun sudah dikantongi oleh Jokowi. Ditambah lagi, koalisinya tidak berbicara power sharing.

“Tidak lah (mengunci koalisi Jokowi). Kalau Pak Jokowi bilang jangan kunci-kunci. Jangan tegang-tegang. Jangan kemudian ini kayak mau musahan yang gabisa ketemu. Serius-serius tapi tetap ketawa-ketawa kayak tadi malam,” ujar Arsul.

Di sisi lain, ia juga yakin PKB bakal bersama kolaisi Jokowi hingga pedaftaran capres-cawapres dilakukan. PKB, kata dia, akan menerima jika Ketum PKB Muhaimain Iskandar alias Cak Imin tidak dipilih Jokowi sebagai cawapres.

“Saya kira PKB terakhir yang disampaikan, siapapun yang dipilih Pak Jokowi, PKB tetap bersama,” ujarnya.

Koalisi Jokowi Masih Tunggu PAN Gabung

Arsul menyatakan PAN masih berpeluang untuk bergabung ke dalam koalisi parpol pendukung Jokowi. Bahkan dalam pertemuan dengan Sekjen parpol koalisi, lanjut Arsul, Jokowi meminta saran soal peluang PAN bergabung.

“Intinya istilah koalisi tidak menggembok yang tidak bisa dibuka kembali. Sepanjang semuanya sepakat, ya terbuka saja,” ujar Arsul.

Lebih dari itu, ia yakin PKS tidak akan merapat ke dalam koalisi Jokowi. Sebab ia menilai PKS merupakan penggagas kampanye #2019GantiPresiden.

“Kalau PKS kan rasanya karena dia yang meluncurkan #2019GantiPresiden ya masa sih mau dirubah tagarnya #2019TetapJokowi,” ujarnya. (bs/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *