Kades Beji  “Bernyanyi” Beber Penyerobotan Tanah Kas Desa, Tak Mau Jadi Tumbal Jatim Park 3  

oleh
Kades Beji, Kukuk Subianto

GLOBALINDO.CO, BATU – Kukuk Subianto Kades Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu  “bernyanyi” membeber secara detail tentang tanah ganjaran senilai Rp 8 miliar lebih yang kini dikuasai destinasi wisata Dino Park.  Tak mau menjadi tumbal Jatim Park 3 terkait masalah dugaan penyerobotan tanah kas desa itu disampaikan kepada awak media, Selasa (30/1/2018).

Menurut Kukuk, tanah kas desa tersebut awalnya memang mau disewa owner Jatim Park Grup. Namun pihak desa melarang. Alasannya, karena belum ada Perdes yang mengatur tentang sewa menyewa tanah ganjaran.

“Saya bilang kalau masih mau musyawarah dengan BPD dan sebagainya. Itu terkait mekanisme dan komitmennya seperti apa,” tutur dia.

Menurutnya apakah disewakan atau dikerjasamakan. “Jadi kami belum pernah berbicara apa-apa termasuk soal nominal dan sebagainya dengan pihak Dino Park. Bahkan saya melarang untuk didirikan bangunan ,” kata Kukuk Subiyanto.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, owner Dino Park dituduh menyerobot tanah kas desa milik Desa Beji. Sebab lahan seluas 4.250 meter persegi senilai Rp 8 miliar lebih (jika harga pasaran per meter Rp 2 juta) itu sudah masuk dalam pagar area Dino Park sejak setahun lalu.

Padahal, Kukuk Subianto mengaku sudah melarang memakai lahan tersebut. Apalagi sampai didirikan bangunan. Kenyataannya, kata dia, manajemen Dino Park tetap membangun. Itu pun tanpa izin atau memberi tahu pihak desa.

“Saya siap membuktikan bahwa saya tidak pernah ada MoU atau ada kesepakatan apa pun dengan pihak Dino Park. Makanya pada saat saya didesak rekan-rekan dari Forum Peduli Desa Beji (FPDB) minta saya supaya membuat surat pernyataan seperti yang sudah beredar, ya saya buatkan. Itu supaya rekan FPDB yakin bahwa saya tidak pernah ada kesepakatan maupun MoU dengan Dino Park,” papar Kukuk.

Demi menguatkan hal itu, kata dia, Mudin, Sunhaji juga membuat surat keterangan yang sama. Isinya menyebutkan bahwa benar-benar tidak ada kesepakatan apa-apa dengan Dino Park.

“Kalau ada keterangan dari manajemen Dino Park yang mengaku sudah ada komitmen dan sebagainya itu bohong. Itu tidak benar dan mereka berarti sudah memelintir-melintir cerita,” kata Kades ini dengan nada tinggi.

“Sedangkan terkait keterangan Simon Purwo Ali yang mengaku tidak mengerti dan sebagainya di media online itu juga tidak benar. Karena Pak Simon itu juga mengerti terkait tanah tersebut. Bahkan ada rekaman videonya kala itu. Orang yang mengaku dari manajemen Dino Park harus minta maaf soal pernyataannya itu,” papar dia.

Diyakini Kukuk bahwa mereka memberikan cerita bohong hanya untuk membela diri. “Saya yang mau dijadikan tumbal. Ooooooh… ya nanti dulu kalau seperti itu caranya,” sergah Kukuk.

Karena itu dia menegaskan tidak akan menerima apapun. Dia juga berjanji tidak mau menandatangani apa pun terkait penyerobotan tanah kas desa itu.

Karena itu, Kukuk mengaku sangat kesal terhadap manajemen Dino Park. Sebab mereka memberikan keterangan pada wartawan kalau sudah ada MoU.

Hal semacam itu kata Kukuk sangat tak beretika. “Masa pak Suryo selaku Pimpinan di Dino Park pada wartawan mengaku tidak tahu tanahnya dan nomer persilnya berapa. Itu artinya telah memberi keterangan yang tidak benar,” pungkasnya. (SP/boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *