Kajati Anggap Jadi Keponakan Ketua MA Bikin Nyalla Mudah Menangkan Praperadilan

Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Maruli Hutagalung (kiri) terus melancarkan psywar kepada tim kuasa hukum La Nyalla Matalitti, tersangka kasus korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jatim.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Maruli Hutagalung (kiri) terus melancarkan psywar kepada tim kuasa hukum La Nyalla Matalitti, tersangka kasus korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jatim.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung menguak rahasia yang selalu membuat La Nyalla Matalitti memenangkan gugatan Praperadilan. Maruli menyebut bahwa Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jatim mudah memenangkan praperadilan karena punya hubungan kekerabatan dengan Ketua Mahakamah Agung Hatta Ali.

Maruli mengungkapkan, La Nyalla merupakan keponakan Hatta Ali. Hubungan darah ini pun sudah diakui oleh Ketua MA.

“Ini sudah diakui Ketua MA, kalau Nyalla adalah keponakan,” kata Maruli di Surabaya, Senin (30/5). Situasi inilah, kata Maruli, yang membuat Nyalla sudah tiga kali memenangkan gugatan praperadilan kasus korupsi dana hibah di Kadin Jatim.

“Pasti sangat mempengaruhi proses hukumnya” cetus Maruli.

Kendati, Hatta Ali beberapa kali menegaskan, tidak pernah mengintervensi langsung proses hukum yang menjerat sang keponakan di pengadilan. Maruli tetap berkeyakinan, hubungan kekerabatan pucuk pimpinan lembaga peradilan dengan Nyalla tetap membawa efek psikologis bagi para anak buah Hatta Ali yang mengadili gugatan praperadilan Ketua Umum PSSI itu.

“Hakim pasti takut kalau memutus perkaranya karena yang berperkara ada hubungan dekat dengan Ketua MA selaku atasannya,” ujarnya.

Maruli berharap, kalaupun nantinya usai La Nyalla ditetapkan lagi sebagai tersangka dan mengajukan praperadilan, hakim bisa bersikap adil. Artinya, mereka tidak takut memutus perkara dan tidak ada intervensi apapun dari atasan.

“Saya berharap hakim bisa bersikap adil dalam memutus perkara. Jangan sampai ada intervensi apapun,” pintanya.

La Nyalla, Senin 30 Mei, kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pemprov Jatim oleh Kejati Jatim. Penetapan tersangka ini merupakan yang ke empat kalinya. (Baca: Kejati Jatim Kembali Keluarkan Sprindik Untuk La Nyalla).

Sebelumnya, Nyalla juga dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun, semua penetapan tersangka terhadap Ketua Umum PSSI itu batal setelah Pengadilan Negeri Surabaya mengabulan gugatan praperadilan yang diajukan sebanyak tiga kali. (met/gbi)