Kampung Tangkil Ponorogo Tertimbun Longsor, Pemerintah Siapkan Relokasi Permanen Warga

oleh
Kampung Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo yang tertimbun longsor.
Tertimbun tanah: Kampung Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo yang tertimbun tanah longsor.

 

GLOBALINDO.CO, PONOROGO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menetapkan tempat untuk relokasi permanen warga Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung. Tempat relokasi warga kampung Tangkil tetap di wilayah Desa Banaran.

Tanah untuk relokasi yang sudah disiapkan yakni milik perangkat desa dan lahan desa setempat. Adapun Kampung Tangkil saat ini sudah tertimbun longsor.

“Kami sudah tanyakan ke Pak Bupati termasuk nanti bangunannya bagaimana. Hasil koordinasi, Pembangunan rumah sementara untuk relokasi warga bekerja sama dengan TNI,” ujar Gubernur Jatim Soekarwo. Dalam waktu dekat ini, akan segera dibuatkan rumah aman untuk 39 KK warga.

Delapan eskavator saat ini dikerahkan untuk mencari 26 korban. Kendaraan berat ini juga untuk merekonstruksi kampung. Karena kerap hujan, kendaraan ini efektif bekerja 6 jam.

Saat ini, Pemprov Jatim tengah meminta ahli geologi UGM dan ITS untuk memetakan wilayah yang paling rentan longsor. Wilayah dengan longsor paling dahsyat harus dipetakan.

“Kita minya pakar geologi memetakan longsor tipe A Jatim dimana saja. Tidak hanya di Ponorogo. Ini untuk antisipasi ke depan,” kata Pakde.

Pemprov Jatim saat ini tengah memikirkan kehidupan 30 KK warga yang mengungsi. Setelah dihitung, kebutuhan harian per orang adalah Rp 900.000 per bulan.

Kasus longsor di Pulung lantaran tanah di situ memang subur. Namun tidak ditanami tambahan yang mampu menahan longsor. Pertanian sekaligus reboisasi menjadi solusi.

“Sekarang yang bahaya adalah kampung di bawah Pulung. Material ini akan ngglender menerjang kampung lain,” kata Pakde.

Dalam catatan Pemprov Jatim, selain Kecamatan Pulung, ada tiga kecamatan lagi yang masuk daerah paling potensi tinggi longsor. Tiga kecamatan lain yang masuk daerah rawan longsor paling tinggi adalah Kecamatan Ngebel, Ngrayun, dan Selahung. (son/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *