Kantor Firma Hukum Mossack Fonseca Digrebek

No comment 226 views

GLOBALINDO.CO,  PANAMA – Kantor firma hukum Mossack Fonseca, tempat dokumen rahasia yang bocor “Panama Papers” digrebek Kepolisian Panama. Anggota unit pemberantasan kejahatan terorganisasi mengepung kantor pusat Mossack Fonseca di Panama City untuk melakukan penggeledahan.

Kejaksaan Panama mengatakan, penggerebekan itu berlangsung tanpa halangan atau insiden berarti. Namun, kejaksaan tidak memberikan rincian hasil penggeledahan.

Firma hukum ini menjadi pusat sebuah pusaran skandal setelah 11,5 juta lembar dokumen yang kemudian disebut “Panama Papers” bocor. Di dalam dokumen itu terungkap, firma hukum ini kerap menjadi “penolong” para politisi, pengusaha, aktor, hingga atlet ternama yang ingin menyembunyikan kekayaan mereka di perusahaan-perusahaan luar negeri.

Dalam kurun waktu 40 tahun, firma ini membantu mendirikan 214.000 perusahaan di luar negeri, terutama di negara-negara yang dikenal sebagai “suaka pajak”. Kebocoran dokumen finansial berskala luar biasa mengungkapkan bagaimana 12 kepala negara (mantan dan yang masih menjabat) memiliki perusahaan di yuridiksi bebas pajak (offshore) yang dirahasiakan.

Setidaknya ada 128 politikus dan pejabat publik dari seluruh dunia yang namanya tercantum dalam jutaan dokumen yang bocor ini. Mereka terkait dengan berbagai perusahaan gelap yang sengaja didirikan di wilayah-wilayah surga bebas pajak (tax havens).

Total catatan yang terbongkar mencapai 11,5 juta dokumen. Keberadaan semua data ini memberikan petunjuk bagaimana firma hukum bekerjasama dengan bank untuk menjajakan kerahasiaan finansial pada politikus, penipu, mafia narkoba, sampai miliuner, selebritas dan bintang olahraga kelas dunia.

Beberapa negara menanggapi dokumen ini dengan cara berbeda, terutama jika nama-nama pejabat mereka muncul di dalam “Panama Papers” ini.

Perdana Menteri Islandia dipaksa mundur setelah terungkap bahwa dia memiliki saham di sejumlah bank negeri itu, yang uangnya dikucurkan dari berbagai perusahaan di luar negeri.

Para pemimpin di Inggris dan Ukraina kini harus menjawab banyak pertanyaan saat nama mereka atau kerabat mereka muncul dalam dokumen itu.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha mengalihkan perhatian dengan menyebut “Panama Papers” adalah ulah AS untuk mendiskreditkan dirinya.

Adapun Pemerintah China melakukan sensor terhadap forum-forum netizen dan media yang mendiskusikan dokumen rahasia itu.

Sejumlah orang kaya di Australia, Perancis, India, Meksiko, Peru, Spanyol, dan beberapa negara lain juga menghadapi pemeriksaan terkait penghindaran pajak setelah nama mereka muncul dalam “Panama Papers“.(kmp/gbi)