Kaos Bergambar Palu Arit Dijual Bebas

No comment 1360 views
Seorang pria mengenakan kaos bergambar palu arit diamankan polisi.

Seorang pria mengenakan kaos bergambar palu arit diamankan polisi.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pemerintah bereaksi keras terhadap beredarnya gambar palu arit (lambang khas partai komunis) yang terpampang dalam kaos dan dijual bebas di pasaran. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan Badan Intelijen Negara untuk memburu otak dan pelaku penyebaran lambang yang identik dengan Partai Komunis Indonesia itu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan, Kepolisian dan BIN, bahwa maraknya atribut itu harus diselidiki sumbernya. Harus hati-hati apa motivasinya. Yang jelas kami catat motivasinya untuk mengadu domba. Belum tentu orang yang memakai atribut dia tahu,” ujar Tjahjo di kantornya, Selasa (10/5).

Para pemakai kaos bergambar palu arit, kata Tjahjo, belum tentu membuat sendiri gambar atribut yang mereka kenakan. Sehingga ada kemungkinan mereka mendapatkannya dengan cara membeli dari pihak ketiga.

“BIN dan Kepolisian sedang mencermati ini dan mencari pelakunya. Siapa orang di balik ini semua, bisa jadi orang-orang yang ingin memecah belah, mengganggu stabilitas,” kata Tjahjo.

Diketahui, dalam beberapa pekan ini publik diramaikan dengan penangkapan terhadap orang yang mengenakan dan menjual kaos bergambar palu arit menyilang. Simbol ini identik dengan logo PKI.

Kepolisian juga sudah melakukan operasi di berbagai daerah, untuk melakukan pencegahan agar masyarakat tidak main-main dengan lambang palu dan arit. Alasannya, publikasi ajaran Komunisme, Marxisme, dan Leninisme di ruang publik dapat dipandang sebagai pelanggaran hukum di Indonesia. Pemakaian lambang palu arit pun dapat diasosiasikan sebagai tindakan sosialisasi terhadap Komunisme.

Tindakan ini melanggar Undang-Undang Nomor 27 tahun 1999 tentang perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang Berkaitan dengan Kejahatan Terhadap Keamanan Negara. (vin/gbi)