Kapal Induk AS Berkunjung ke Vietnam Sejak 1975, Jadi Pesan untuk China

oleh
USS Carl Vinson dalam foto tahun 2017

GLOBALINDO.CO, HANOI – Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Carl Vinson, melakukan kunjungan bersejarah ke Vietnam. Kunjungan ini merupakan yang pertama sejak akhir Perang Vietnam sekitar empat dekade lalu.

Seperti dilansir AFP, Senin (5/2/2018), USS Carl Vinson akan melakukan port call atau pemberhentian resmi selama empat hari di kota Danang dalam rangka kunjungan simbolis bersejarah. Di kota itu, akan dilakukan kunjungan ke sebuah pusat untuk korban ‘Agent Orange’, zat kimia beracun yang disemprotkan oleh pesawat-pesawat tempur AS pada masa perang Vietnam.

Kunjungan kapal induk AS ke Vietnam ini dianggap sebagai hal penting bagi kedua negara, yang sebelumnya bertempur dalam Perang Vietnam yang berakhir tahun 1975 silam.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Le Thi Thu Hang, menyebut kunjungan ini akan ‘berkontribusi pada menjaga perdamaian, stabilitas, keamanan, kerja sama dan pembangunan di kawasan’.

USS Carl Vinson yang bertenaga nuklir, mengangkut 5.300 pelaut, pilot dan awaknya, serta menampung 72 pesawat tempur AS. Kapal induk ini akan berada di Danang hingga Jumat (9/3) mendatang.

Juru bicara Angkatan Laut AS, Letnan Komandan Tim Hawkins, menyebut kunjungan USS Carl Vinson ke Vietnam ini menandai langkah maju dalam kerja sama yang semakin erat antara kedua negara

Program ini akan melibatkan total 300 pakar Vietnam dalam bidang permesinan, pemadam kebakaran, kuliner, bantuan kemanusiaan dan pemulihan bencana, medis serta akademisi. Mereka akan naik ke USS Carl Vinson selama dua jam untuk mengikuti tur, menemui para pelaut dan bercakap-cakap.

“Ini bukan fokus militer, ini pertukaran budaya,” sebut Hawkins. Akan digelar juga pertandingan persahabatan basket dan sepak bola antara para pelaut AS dan warga lokal Vietnam, serta kunjungan ke panti asuhan setempat dan kontes band Angkatan Laut.

Ketegangan di Laut China Selatan membayangi kunjungan USS Carl Vinson. Terlebih China terus membangun pulau buatan yang dilaporkan mampu menjadi pangkalan militer. Vietnam bersama beberapa negara lainnya yang berbatasan dengan Laut China Selatan mengeluhkan langkah China itu. Meskipun tidak terlibat langsung, namun AS sejak lama menyerukan kebebasan navigasi di kawasan itu untuk menangkal China.

Para pengamat menilai port call ini menjadi kesempatan AS untuk ‘melenturkan otot-otot militernya’ di kawasan Asia. “Ini merupakan dorongan AS… untuk menunjukkan kehadiran Angkatan Laut besar-besaran di Laut China Selatan, kepada China, bahwa AS tetap terlibat,” sebut pakar Vietnam, Carl Thayer, kepada AFP. (bbs/boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *