Karwo Tampik Isu Pencalonan AHY, Baru Terima Lamaran Gus Ipul

Pemuda Bicara: Agus Harimurti Yudhoyono berbicara tentang visi dan langkag generasi muda menuju masa depan di acara safari ramadhan Partai Demkrat di Kota Malang, Jatim, Kamis (15/6).

 

GLOBALNDO.CO, MALANG – Safari politik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Malang, Jawa Timur, Kamis (15/6) menjadi ajang konsolidasi Partai Demokrat sekaligus pemanasan jelang Pemilihan Gubernur Jatim 2018. Alih-alih menanggapi santernya isu pencalonan putra mahkota Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono, petinggi Demokrat Jatim beralibi tak mau terburu menetapkan bacagub sebelum menjalankan mekanisme penjaringan yang selektif dan ketat.

Meski mengalami penurunan suara cukup tajam hingga menjadi partai papan tengah, Demokrat tak mau begitu saja megikuti arus tiga parpol lain yang bertengger di atasnya (PKB, PDIP dan Gerindra). Sesuai hasil rapat majelis tinggi, partai pemilik 13 kursi di DPRD Jatim ini tetap akan menjalankan survei dalam menentukan kandidat yang akan didukung.

“Komitmen sebagai partai tengah. Survei akan menjadi pegangan. Komitmen nasionalisme berbasis religius. Karena tengah tidak kekiri atau kekanan,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo mengatakan menjawab pertanyaan wartawan disela Safari Ramadan Partai Demokrat dan buka bersama di sebuah hotel Jalan Letjen Sutoyo, Kota Malang, kemarin.

Dari survei, lanjutnya, nantinya akan merujuk terhadap figur yang kuat terkait plurarisme di Jawa Timur. “Baik itu kultur budaya, agama, suku, dengan basis religi, karena perbedaan itu sunnatullah,” ujar Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini.

Soal munculnya nama AHY yang kencang diisukan bakal maju di Pilgub Jatim, Pakde Karwo dengan tegas membantahnya. Gubernur Jatim dua periode ini menjelaskan, kehadiran bekas cagub DKI itu adalah dalam rangka safari Ramadan untuk mengajak para pemuda dan pemudi, khususnya kader Demokrat untuk lebih maju menatap masa depan.

“Sejak awal Mas Agus tidak mau di sini (Jatim),” tegas Pakde Karwo.

Soekarwo menegaskan, partainya bersikap fleksibel jika memang tidak ada figur dari  internal Demokrat yang mumpuni dan memenuhi kriteria untuk diusung sebagai cagub.

“Kalau tidak ada masak mau dipaksakan,” katanya. Karena itu, sambung Karwo, Demokrat membuka pintu bagi tokoh dari latar belakang apapun yang ingin maju untuk mendaftar.

Sejauh ini, kata Pakde, memang ada beberapa nama yang sudah kondang masuk survei internal Demokrat. Mereka antara lain, Wagub Jatim Saifullah Jusuf (Gus Ipul), Mensos Khofifah Indarparawansa, serta Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

“Semua bisa, yang terpenting dapat berkomitmen membawa pemikiran plurarisme berbasis religi dan mengedepankan kepentingan nasional dan untuk Jawa Timur, yang demokratis, aspiratif, serta partisipatif,” jelas pria asal Madiun ini.

Namun dari sekian nama yang disebtkan tadi, Karwo menegaskan, baru Gus Ipul yang resmi melamar ke Partai Demokrat. Meskipun secara mekanisme partainya belum membuka pendaftaran resmi cagub.

“Gus Ipul sudah daftar, padahal kita belum buka. Normatif mengacu aturan adalah Desember dan rekom turun pada Januari tahun depan, tetapi kita akan lebih dulu,” tuturnya.

Perolehan suara Partai Demokrat di Jatim pada Pemilu 2014 lalu memang anjlok cukup signifikan dibanding Pemilu 2009. Partai berlambang bintang mercy ini duduk di urutan keempat dengan perolehan suara 12,06 persen.

Perolehan suara Demokrat kalah tipis dibanding Partai Gerindra yang meraih 12,68 persen. Namun kedua partai ini sama-sama memiliki 13 kursi di DPRD Jatim. (gbi)