Kasipidsus Kejari Tanjung Perak Benarkan Pemeriksaan Anggota DPRD Surabaya

oleh
Kadipidsus Kejari Tanjung Perak, Andhi Ardhani.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Andhi Ardhani SH, MH membenarkan telah melakukan pemeriksaan terhadap, Sugito, anggota DPRD Surabaya terkait dugaan korupsi dana hibah dalam bentuk program Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) yang dikucurkan Pemkot pada tahun 2016.

”Yang bersangkutan kami mintai keterangan terkait pengetahuannya tentang pelaksanaan dana hibah Jasmas tahun anggaran 2016 kepada RT dan RW diwilayah Surabaya” terang Andhi Ardhani saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (11/7/2018).

Diungkapkan Andhi Ardhani, dalam pemeriksaannya, Sugito dicecar dengan belasan pertanyaan. Setidaknya ada 16 pertanyaan yang diajukanya.

”Yang bersangkutan paham tentang mekanisme pelaksaan awal hingga pelaksaan dana jasmas tersebut,” ungkapnya.

Andhi Ardhani mengaku pihaknya akan kembali memeriksa Sugito, bila nantinya ditemukan keterangan lain dari saksi-saksi yang akan diperiksa selanjutnya.

”Untuk sementara keterangannya kami anggap cukup,” kata pria yang akrab di sapa Ardhani dilingkungan Kejari Tanjung Perak.

Sugito mendatangi gedung Kejari Tanjung Perak pada Rabu (11/7/18) pukul 09:00 WIB. Anggota dewan dari Partai Hanura itu langsung menuju lantai II ruang pidsus kejari tanjung perak untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam kasus ini Kejari Tanjung Perak mengaku telah menggandeng BPK RI untuk menghitung kerugian negara, bahkan penyidik juga telah memanggil sejumlah pejabat dilingkup Pemkot Surabaya untuk dimintai keterangan.

”Penyidik sudah meminta keterangan pada sembilan orang dari Pemkot Surabaya, rata-rata jabatannya adalah Kepala Bagian” terang Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie, kala itu.

Sejak diturunkannya tim Intelijen kejaksaan pada Agustus 2017 lalu, muara kasus ini belum menemukan titik terang, pihak kejaksaan nampaknya kesulitan untuk membongkar dugaan korupsi yang merugikan negara sekitar 12 miliar.

Hampir satu tahun penyidikan kasus ini berjalan, tak satupun orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Tanjung Perak. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *