Kasus Kopi Sianida, Jessica Kumala Wongso Tak Akan Dijerat Hukuman Mati

jessicaGLOBALINDO.CO, AUSTRALIA – Pengungkapan kasus kopi sianida yang melibatkan tersangka Jessica Kumala Wongso dipastikan tidak akan mengarah pada hukuman mati. Pengungkapan kasus ini sempat terkatung-katung akibat berkas yang belum juga lengkap namun akhirnya bisa disidangkan.

Kepastikan jika tersangka Jessica Kumala Wongso tak akan dijerat dengan tuntutan hukuman mati ini disampaikan pemerintah Australia. Kepolisian Australia bersedia membantu Polri dalam mengungkap kasus Jessica Kumala Wongso dengan jaminan tak ada hukuman mati dalam kasus ini. Australia menerima jaminan tertulis dari Indonesia.

Jaminan tertulis dari Indonesia itu diungkapkan seorang juru bicara Departemen Kehakiman Australia pada ABC Australia.

“Pemerintah Indonesia sudah memberikan jaminan secara tertulis kepada pemerintah Australia bahwa hukuman mati tidak akan dituntut ataupun dijatuhkan dalam kasus ini,” ujar juru bicara Departemen Kehakiman seperti dilansir Australia Plus ABC Australia, Rabu (1/6/2016).

Sedangkan Kantor Menteri Kehakiman Michael Keenan mengatakan tidak akan memberikan surat jaminan itu kepada ABC.

Sebelumnya diberitakan Australia membantu Polri dalam kasus Jessica Kumala Wongso, tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin. Namun, Australia membantu setelah mendapat jaminan.

Bantuan Australia melalui Australian Federal Police (AFP) ini setelah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan. Persetujuan Menkeh Australia ini disebut turun setelah pihak Indonesia menyatakan pihaknya tidak akan menjerat Jessica dengan hukuman mati.

Izin dari Menkeh Australia ini diperlukan setelah sebelumnya AFP membantu Polri dalam kasus narkoba Bali Nine. Kasus ini yang berujung pada vonis mati dan eksekusi mati pada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Australia adalah negara penentang hukuman mati.

Sementara dari 37 item barang bukti polisi yang diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, ada beberapa bukti yang berkaitan dengan masalah tersangka Jessica Kumala Wongso di Australia.(dtc/ziz)