Kasus Korupsi Ibu Aditya Moha Ternyata Sudah Diawasi KPK Sejak 2014

oleh
Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono (kiri) dan Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar DPR RI, Aditya Moha (kanan) ditahan KPK.
Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono (kiri) dan Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar DPR RI, Aditya Moha (kanan) ditahan KPK.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata sudah mengintai potensi terjadinya transaksi suap menyuap yang kini menjerat politisi Partai Golkar Aditya Anugrah Moha dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono.

“Penyidikan kasus tersebut dilakukan Polres Bolaang Mongondow dan supervisi kami (KPK) lakukan sejak 2014,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Senin (9/10).

Dalam kasus ini, Aditya diduga menyuap Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sudiwardono, agar ibunya, Marlina Moha Siahaan yang berstatus terdakwa, terbebas jerat hukum kasus Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) tahun 2010, saat menjadi Bupati Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Febri mengatakan, terbongkarnya kasus ini merupakan hasil kerjasama antara KPK dan Polri. Sejumlah pihak dalam kasus ini sudah diproses ke pengadilan Tipikor.

Adapun enam di antaranya sudah dijatuhi putusan pengadilan Tipikor yang berkekuatan hukum tetap, yaitu Cimmy Wua selaku PPTK baru, Mursid Potabuga selaku PPTK lama, Ferri Sugeha selaku Pengguna Anggaran, Farid Asimin selaku Kuasa Pengguna Anggaran, IKRAM lasinggaru selaku Bendahara, dan Suharjo Makalalag sealku Kepala Dinas Pertambangan.

“Sementara itu, untuk mantan Bupati, Marlina Moha S masih dalam proses banding saat ini,” pungkas Febri.

Febri mengungkapkan, kasus korupsi Marlina masih terus dikemangkan. Selain terdakwa Marlina, saat ini masih ada satu perkara berada di tahap penyidikan yang memproses pihak peminjam dana TPAPD.

“Informasi yang kami terima, berkas masih antara Polri dan Kejaksaan. Penanganan kasus ini termasuk salah satu contoh dari cukup banyak perkara yang ditangani melalui pelaksanaan tugas koordinasi dan supervisi KPK,” jelas Febri.

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar Aditya Anugrah Moha (AAM) mengakui dan meyesali perbuatannya telah menyuap Ketua PT Manado Sudiwardono. Menurut Aditya, apa yang dia lakukan demi ibunya Marlina Moha Siahaan bisa bebas.

“Saya berusaha semaksimal mungkin. Niat saya baik, tapi mungkin cara yang belum terlalu tepat. Sehingga saya, sering saya katakan, saya berjuang, saya berusaha maksimal demi nama seorang ibu,” ujar Aditya di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu 8 Oktober 2017 dini hari.

Aditya juga meminta maaf kepada masyarakat yang telah memilihnya menjadi wakil rakyat. Permintaan maaf dia lakukan sebelum masuk ke dalam mobil tahanan KPK. (cni/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *