Kasus Penganiayaan Warga WBM, Terdakwa Bantah Keterangan Para Saksi

oleh
Suasana persidangan kasus dugaan penganiayaan warga Wisata Bukit Mas.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sidang kasus penganiayaan warga Wisata Bukit Mas (WBM) dengan terdakwa Crhistian Novanto, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (20/6/2019). Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi.

Dalam keterangannya saksi korban Oscarius Yudhi Ari Wijaya membeberkan kronologis kejadian yang dialaminya. Ia mengaku melihat warga akan memperbaiki rumah dengan memasukkan barang bangunan akan tetapi dilarang oleh terdakwa dan terjadilah dugaan penganiaan.

“Sempat terjadi perdebatan dan akhirnya terjadi kejadian ditendang sama terdakwa,” terang Oscar yang notabene saksi pelapor.

Hal senada juga disampaikan Ketiga orang saksi lainnya. Ketiganya mengaku berada di tempat kejadian dan melihat semua kejadian tersebut.

Menanggapi keterangan saksi – saksi, hakim ketua Maxi Sigarlaxi memberikan kesempatan kepada terdakwa Crhistian Novanto untuk menanggapi keterangan yang diberikan para saksi.

Sebelum menanggapi keterangan saksi-saksi, terdakwa melalui tim kuasa hukumnya memperlihatkan alat bukti berupa video berdurasi 17 menit 26 detik kepada majlis hakim.

Ketiga saksi membenarkan jika video berdurasi 17 menit 26 detik tersebut memuat adanya dugaan penganiaan. Akan tetapi, pada video tersebut tidak ditemukan adanya tindakan penganiaan seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum, Suparlan.

Sementara itu, terdakwa Crhistian Novanto membantah keterangan yang disampaikan oleh para saksi. “Keterangan saksi tidak benar, saya tidak menendang saksi (Oscar),” bantah Crhistian Novanto.

Usa persidangan, Kuasa hukum terdakwa, Wellem Mintarja menyebut jika keterangan 4 orang saksi dipersidangan terdapat ketidak sesuaian antara keterangan saksi dengan barang bukti berupa rekaman video.

“Keterangan para saksi tidak berkesesuaian, didalam vidio tidak ditemukan adanya tindakan penganiayaan atau kekerasan yang dilakukan Saudara Christian” papar Wellem.

Selain itu, lanjut Wellem, tindak pidana penganiayaan menurutnya haruslah memenuhi unsur niat kesengajaan dari pelaku.

“Sejauh pengamatan dan alat bukti yang ia miliki, tindak pidana yang dituduhkan pada Christian tersebut hingga saat ini belum mampu dibuktikan oleh Jaksa,” tambahnya. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.