Kasus Pungli di Dinas LH Sidoarjo Dilimpahkan ke Kejari Surabaya

oleh
Terdakwa kasus pungli di Dinas LH Pemkab Sidoarjo, Dina Karandina.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kasus pungutan liar (Pungli) Pengurusan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) yang menjerat Dina Karandina (42), Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas sebagai staf pengolah data pengawasan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemkab Sidoarjo memasuki babak baru.

Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polrestabes Surabaya melimpahkan kasus pungli ini ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya, Kamis (20/7/2017).

“Hari ini kami menerima pelimpahan tahap II kasus pungli, tersangka berinisial DK,” terang Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, Kamis (20/7/2017).

Dalam kasus ini, tersangka Dina tetap ditahan, seperti yang dilakukan penyidik Tipikor Polrestabes Surabaya. Menurut Didik Farkhan, perkaranya segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Dari informasi yang dihimpun, saat diperiksa tahap II oleh jaksa penuntut umum, tersangka Dina sempat tidak menolak menandatangai surat penahanan.

“Ada ada saja alasan tersangka, dia bilang hari nya gak pas kalau melakukan penahanan,” ucap staf bidang Pidsus yang enggan disebutkan namanya.

Untuk diketahui, Dina Karandina ditangkap tim saber pungli Polrestabes Surabaya di Hotel JW Mariot pada 23 Maret 2017 lalu. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu, Tim Saber Pungli menemukan uang tunai sebesar Rp 25 juta yang digunakan sebagai pelincin pengurusan ijin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) sebuah gudang dikawasan Gresik.

Wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai PNS ini dijerat melanggar pasal 12 huruf E UU tindak pidana korupsi. Tak hanya itu, Dina juga terancam dipecat sebagai PNS di Pemkab Sidoarjo. (Adi/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *