Kasus Simulator SIM, Bos Rekanan Korlantas Polri Divonis 4 Tahun

Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S Bambang divonis 4 tahun penjara dalam kasus suap pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri tahun 2011.

Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S Bambang divonis 4 tahun penjara dalam kasus suap pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri tahun 2011.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S Bambang divonis empat tahun penjara dalam kasus suap pengadaan simulator surat izin mengemudi (SIM) di Korps Lalu Lintas Polri. Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menyatakan Suktojo terbutki menyuap mantan Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Djoko Susilo.

Sukotjo terbukti memperkaya diri sendiri dan juga orang lain pada proyek pengadaan simulator SIM senilai Rp 198 miliar.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Sukotjo S Bambang terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan pertama,” ujar Ketua Majelis Hakim Casmaya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (24/10). Vonis ini lebih rendah daripada tuntutan yang diajukan penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi, yaitu 4,5 tahun.

Majelis hakim menyatakan Sukotjo ikut andil dalam menentukan dan menggelembungkan (Mark up) harga simulator SIM roda dua dan empat. Padahal harga yang ditentukan tersebut kemudian diajukan acuan dalam pengadaan di Korlantas Polri tahun 2011.

“Berdasarkan fakta hukum sebagaimana tersebut di atas menurut majelis hakim perbuatan yang dilakukan terdakwa merupakan gabungan perbuatan yang berdiri sendiri… yang dapat merugikan keuangan negara,” tutur hakim.

Selain hukuman penjara, Sukotjo juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider tiga bulan penjara. Majelis Hakim juga mewajibkan Sukotjo untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 3,9 miliar.

Apabila uang itu tidak diganti dalam kurun waktu satu bulan, maka hartanya akan disita dan dilelang oleh pengadilan. “Dan apabila harta yang disita tidak mencukupi, maka terdakwa akan dihukum selama satu tahun,” ujar Hakim Casmaya.

Adapun, hal memberatkan yang melandasi hakim mengambil putusan itu adalah tindakan Sukotjo menciderai amanah sebagai sub kontraktor dalam pengadaan alat simulator SIM. Selain itu, tindakannya juga bertentangan dengan kebijakan pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Sementara, hal meringankan yakni Sukotjo bertindak sebagai justice collabolator dalam perkara ini.

Ia juga dinilai berperilaku sopan dan menyesali perbuatannya. Atas putusan tersebut, Sukotjo menerimanya. Sementara, jaksa penuntut KPK menyatakan masih pikir-pikir. (kc/gbi)