Kasus Tabrakan Maut, Anak Pemilik Bakmi Janda Terancam Hukuman Berat

oleh
Fatimah saat meninggalkan ruang persidangan di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sidang kasus Tabrak Maut Jalan Merr dengan terdakwa Redwin Putra kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya. Selasa (17/7/2019). Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan para saksi.

Tiga saksi dihadirkan dalam persidangan yakni, Fatimah, istri dari korban Sudjarno, kemudian dua saksi korban yang selamat yakni, Muchammad Azmil Amiq dan Risky Fahrudin Wria Sumitra No Pol Honda Scoopy L-5398-AY.

Dari keterangan saksi – saksi, korban meninggal atas nama Sudjarno (meninggal) ditabrak terdakwa dari arah belakang saat mengendarai mobil Mitsubisi Pajero No Pol L-808-JJ.

Saksi Fatimah, dihadapan majlis hakim mengatakan jika suaminya yang bernama Sudjarno meninggal akibat ditabrak mobil dari belakang. Kejadianya, pada bulan April di Jln. Dr. Ir. Soekarno (Jalan Merr).

“Suami saya meninggal, ditabrak mobil dari belakang” ujar Fatimah sembari menunjukkan jarinya kearah terdakwa.

Di hadapan majlis hakim, saksi Fatimah tak henti – hentinya mengelus dada. Sebab, setelah adanya kecelakaan maut yang merenggut nyawa suaminya tersebut, pihak terdakwa hanya memberikan bantuan dana sebesar Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

“Saya terima uang itu, akan tetapi kalau memaafkan, tidak,” ujar Fatimah.

Fatimah juga mengungkapkan jika motor Honda Supra No Pol L-3390-XT yang dikendarai suaminya rusak parah. Diterangkanya, jika Motor tersebut bukan milik pribadi suaminya melainkan milik kantor tempat suaminya bekerja.

Hal senada disampaikan dua saksi Muchammad Azmil Amiq dan Risky Fahrudin Wria Sumitra No Pol Honda Scoopy L-5398-AY. Keduanya saat itu berboncengan. Setelah kejadian keduanya mendapat bantuan dari pihak terdakwa sebesar Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah).

Majlis Hakim heran atas kesaksian dua saksi korban yang selamat pada saat kejadian. Pasalnya, saksi yang ada pada lokasi kejadian mengungkapkan jika kecepatan mobil Pajero yang dikemudikan terdakwa Redwin Putra Tunggal berkecepatan kurang lebih 100 Kilo Meter/Jam.

“Setelah mobil menabrak motor, mobil itu menabrak pohan taman jalan setelah itu kena motor kita. Untuk kecepatan mobil saat itu kira – kira 100 KM/Jam,” kata saksi Risky.

Atas keterangan para saksi, terdakwa Redwin Putra Tunggal yang juga merupakan anak dari Jamilah (pemilik bakmi Janda), Surabaya, lantas membenarkanya. “Benar pak Hakim” ujarnya singkat.

Fatimah, saat dikonfirmasi setelah sidang mengatakan jika bantuan Rp. 10Juta kurang memenuhi rasa keadilan. Sebab, pada suaminya yang meninggal sebagai tulang punggung keluarga. Dan ia harus menanggung beban biaya kerusakan motor saat dikendarai suaminya.

“Saya berharap bisa berjalan seadil – adilnya ya, saya minta sepantasnya. Terdakwa bisa dihukum seberat – beratnya atas meninggalnya suami saya,” pungkasnya. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.