Kebut Infrastruktur, Pemkot Surabaya Terus Tambah Jumlah Alat Berat

oleh
Salah satu alat berat milik Pemkot Surabaya, yang digunakan dalam pengerukan Bozem Lempung Perdana.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berusaha menambah jumlah alat berat yang Mereke miliki. Hingga saat ini Kota Surabaya telah memiliki 56 alat berat yang terdiri dari berbagai jenis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Erna Purnawati menuturkan, keberadaan puluhan alat berat tersebut digunakan untuk mengerjakan beberapa proyek yang ada di kota pahlawan.

“Pada awal Ibu Wali kota menjabat kita hanya punya dua alat berat. Sekarang ada 56 alat berat yang terdiri dari berbagai jenis dan merk,” ujar Erna Purnawati, Selasa (10/4/2018).

Erna menegaskan, bertambahnya alat berat yang dimiliki pemerintah kota selaras dengan fokus Wali Kota Tri Rismaharini yang terus mengebut berbagai pembangunan infrastruktur di kota pahlawan. Sehingga semua alat itu tidak ada yang menganggur.

“Semua penggunaan alat-alat itu termasuk orang-orangnya selalu diawasi oleh Wali Kota Risma, sehingga semuanya berjalan maksimal,” jelasnya.

Semua alat berat itu, lanjut dia, biasanya digunakan untuk mengeruk saluran, sungai atau kali. Termasuk melakukan pengerukan dalam proses pembuatan bozem dan waduk.

“Hasil kerukan tanah itu, biasanya dibuang untuk membangun lapangan, makam dan taman-taman kota. Sehingga hampir setiap hari kami menghasilkan ratusan truk tanah,” ungkap Erna.

Erna kemudian merinci pengadaan alat berat yang dilakukan mulai tahun 2003-2017. Pada tahun 2003, pemkot melakukan pengadaan alat berat satu unit bermerk standart.

Pada tahun 2007, melakukan pengadaan dua unit alat berat bermerk Long Arm dan Standart. Tahun 2010, melakukan pengadaan satu unit alat berat bermerk Roda Karet.

Selanjutnya, pada tahun 2011, pemkot melakukan pengadaan alat berat tiga unit yang terdiri dari 2 unit merk Long Arm dan satu unit merk Standart. Tahun 2012, melakukan pengadaan dua unit alat berat yang terdiri dari satu unit merk Long Arm, dan satu unit merk Standart.

Tahun 2013, pengadaan alat berat tujuh unit yang terdiri dari 2 unit merk Roda Karpet dan lima unit merk Sikomo. Tahun 2014, pengadaan alat berat satu unit merk Long Arm.

“Terbanyak pada tahun 2015, yaitu melakukan pengadaan 24 unit alat berat yang terdiri dari 10 unit merk Long Arm, tujuh unit merk Standart, satu unit merk Roda Karpet, dan enam unit merk Sikomo,” sebut Erna.

Sedangkan pada tahun 2016, melakukan pengadaan tujuh unit yang terdiri dari dua unit merk Long Arm dan lima unit merk Sikomo. Tahun 2017, melakukan pengadaan delapan unit yang terdiri dari enam unit Long Arm, dan dua unit Standart.

“Jadi, dari 56 unit alat berat itu, Long Arm memiliki 23 unit, Standart memiliki 13 unit, Roda Karpet memiliki empat unit, dan Sikomo memiliki 16 unit,” terangnya.

Untuk memudahkan pemindahan alat berat dan pengangkutan tanah hasil kerukan itu, Pemkot Surabaya juga menambah trailer, truk, dan driver. Tujuannya untuk mempermudah pemindahan alat berat.

“Saat ini pemerintah kota memiliki dua unit trailer. Truk yang semula hanya 2 ditambah menjadi 110 unit. Sedangkan total operator dan driver sekaligus penjaga rumah pompa totalnya 370 orang,” pungkas Erna. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *