Kecelakaan Perahu Kota Baru di Sumenep, 1 Tewas, 4 Hilang

oleh
Petugas gabungan saat melakukan pencarian korban hilang perahu Kota Baru di perairan Sumenep.

GLOBALINDO.CO, SUMENEP – Sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan sebelah barat Pulau Saredeng Besar, Kabupaten Sumenep, Madura. Perahu Kota Baru milik Sahirudin, warga Desa Sapeken yang mengangkut 34 orang dihantam gelombang hingga memuntahkan para penumpangnya. Akibat kecelakaan ini, 1 penumpang ditemukan tewas dan 4 penumpang lainnya hilang. Hingga kini, Jumat (9/3/2018), petugas masih melakukan upaya pencarian.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid mengungkapkan, berdasar informasi sampai hari ini diketahui satu penumpang meninggal dunia akibat musibah tersebut, 28 penumpang dan pemilik perahu selamat, dan empat penumpang belum ditemukan.

“Empat korban yang untuk sementara berstatus hilang atau nasibnya belum diketahui itu, semuanya siswa/siswi kelas X madrasah aliyah di Ponpes Abu Hurairah Sapeken,” kata Mukid.

(Baca Juga: Roket Falcon 9 Amerika Serikat Hujani Warga Sumenep Madura)

Empat penumpang yang belum ditemukan tersebut adalah Maya Puspita Dewi (16), Nur Khalik Mahmudi (16), Nur Fadilah (16), dan Fathul Arifin (16), semuanya warga Desa Sapeken.

Sementara korban yang meninggal dunia adalah Dewana Kisfatul Izzah (17), siswi kelas X madrasah aliyah di Ponpes Abu Hurairah Sapeken, juga warga Desa Sapeken.

Perahu Kota Baru berangkat dari Sapeken ke Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapeken, dengan mengangkut 33 penumpang pada Kamis (8/3/2018) pukul 14.15 WIB.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 mil, tepatnya di perairan sebelah barat Pulau Saredeng Besar, perahu tersebut mengalami kemiringan ke sisi kiri dan mengakibatkan sebagian penumpang terjatuh atau tercebur ke laut.

Saat itu sekitar pukul 14.45 WIB, pemilik perahu sekaligus juru kemudi bersama sebagian penumpang dan dibantu nelayan yang melintas di lokasi kejadian, langsung berusaha menolong para korban.

“Sesuai laporan terbaru dari pimpinan Polsek Sapeken, empat dari 33 penumpang perahu nahas tersebut hingga sekarang belum ditemukan,” kata Mukid.(ara/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *