Kedatangan Emil di CFD Disoal, Demokrat: Masyarakat Sekarang Sudah Cerdas

oleh
Ketua Bapilu Partai Demokrat Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrat Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto menolak jika kedatangan Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut 1 Emil Dardak ke Car Free Day (CFD) masuk sebagai kategori kampanye.

Herlina menjelaskan, kedatangan Emil Dardak dan istrinya Arumi, hanya datang untuk menikmati Car Free Day semata. Menurut dia, itu hal yang wajar setelah disibukan dengan kegiatan sebagai cawagub.

“Terkait foto bersama warga, saya kira itu normal,” ujar Herlina, Senin (5/3/2018).

Terkait banyaknya warga yang meminta foto bersama saat CFD, menurutnya, juga merupakan hal yang wajar. Mengingat status istri Emil, Arumi merupakan publik figur di tanah air.

“Namanya publik figur, ya wajar jika ada masyarakat yang ingin mengabadikan ketika bertemu dengan artis idolanya,” ujarnya.

Disinggung soal pernyataan Ketua F-PDIP DPRD Kota Surabaya, Sukadar yang ingin menghadirkan Emil Dardak ke Komisi C, Ketua Komisi A ini menilai itu merupakan usulan yang konyol.

“Saya yakin bahwa DPRD Surabaya tidak akan melakukan hal konyol dengan mengundang rapat Emil Dardak, Arumi Bachsin, dan KPU Surabaya,” imbuhnya.

Anggota Fraksi Demokrat lainya, Mochammad Machmud meminta agar yang mempersoalkan kedatangan Emil di Car Free Day berkaca. Menurutnya, selama ini yang memanfaatkan fasilitas rakyat demi tujuan Pilgub Jatim adalah mereka.

Dia kemudian mencontohkan pertemuan terkait Pilgub yang dilakukan di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Waktu itu, Risma mengundang Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut 2, Puti Guntur Soekarno.

“Itu belum termasuk acara partai lainya termasuk saat kedatangan Hasto dan Azwar Anas,” ungkap Machmud.

Tidak hanya itu, dia juga mencontohkan keberadaan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang kerap mendampingi Puti Guntur Soekarno selama di Surabaya. Baik itu saat di Taman Bungkul maupun dalam acara melaku melaku Nang Tunjungan.

“Baik Bungkul maupun acara Tunjungan itu dibiayai APBD. Bu Risma itu kan pejabat publik, terus kenapa selalu dampingi Puti?. Apa itu juga bukan masuk kategori kampanye,” sergahnya.

Menurutnya, masyarakat sekarang sudah cukup cerdas melihat fakta di lapangan. Termasuk melihat kebersamaan wali kota bersama Puti.

“Masyarakat sudah tahu siapa yang kerap menunggangi fasilitas yang dibangun dengan APBD. Biar masyarakat yang menilai,” tegas Machmud. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *