Awasi La Nyalla, Kejagung Terus Jalin Komunikasi Dengan Pihak Singapura

 

Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah

Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan komunikasi dengan pihak Singapura untuk memantau keberadaan La Nyalla Mahmud Mattalitti. Namun informasi soal komunikasi itu tidak bisa dibeberkan karena bersifat rahasia.

“Ini kan pekerjaan tertutup ya ngga bisa kita publish ya,” ujar Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2016).

Arminsyah memebeberkan dalam waktu dekat Kejagung akan segera mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) untul La Nyalla Mattalitti. Kejagung belum menerima putusan resmi Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya soal hasil gugatan pra pradilan yang mengabulkan permohonan anak La Nyalla.

“Jadi nanti sprindik baru lagi sebagai dasar cekal lagi,” terang Arminsyah.

Pihak Kejagung hingga saaat ini belum menerima laporan resmi pra peradilan dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya soal dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim sepanjang tahun 2011 hingga 2014.

PN Surabaya membatalkan sprindik penetapan tersangka nomor 397/O.5/Fd.1/04/2016 bertanggal 12 April 2016 dan tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sesuai sprindik nomor 447/0.5/Fd.1/04/2016 tertanggal 22 April 2016.

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim ini juga tidak mempermasalahkan pihaknya telah tiga kali kalah dalam gugatan pra peradilan yang dilayangkan oleh tim kuasa hukum La Nyalla.

“Makanya kita lihat lagi nanti substansinya seperti apa soal kalah dan menang hal biasa” ucapnya.

“Kami belum terima laporan resmi apa substansi diputusnya perkara itu jadi saya belum terima laporannya.” imbuhnya.

Terkait adanya kurir pengirim uang kepada La Nyalla ke Singapura, Arminsyah mengatakan hal tersebut tidak menjadi soal bagi pihaknya. Menurutnya, hal itu tidak perlu disebasar-besarkan.

“Nah kita lihat apakah dia memberi uang itu dalam rangka mendukung dia (La Nyalla) ngumpet pelanggaran itu, tapi kalau hak dia uang dia dikasih ya biar aja,” jelasnya.

La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dana hibah ke Kadin Jatim dan kasus pencucian uang. Setelah ditetapkan sebaai tersangka, La Nyalla tidak pernah memenuhi panggilan penyidik kejati dan dikabarkan berada di Singapura.(dtc/gbi)